Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hasil Pemilu Parlemen Eropa 2024: Partai Sayap Kanan Bergembira, Muncul Kejutan di Perancis

Kompas.com - 10/06/2024, 18:25 WIB
Irawan Sapto Adhi

Editor

Penulis: Ella Joyner/DW Indonesia

BERLIN, KOMPAS.com - Meskipun perolehan suara partai-partai sayap kanan di Perancis dan Jerman meningkat secara dramatis, hal ini tidak cukup untuk menggulingkan mayoritas haluan tengah di Parlemen Eropa.

Hasil pemilihan Parlemen Eropa yang diumumkan pada Minggu malam (9/6/2024) ini membuat politisi konservatif Jerman Ursula von der Leyen tetap menjadi Presiden Komisi Eropa hingga tahun 2029.

"Kami memenangkan pemilu Eropa. Sejauh ini kami adalah partai terkuat. Kami adalah jangkar stabilitas," kata Ursula van der Leyen kepada para jurnalis yang berkumpul di Parlemen Eropa, di Brussel, Belgia, ketika hasil-hasil sementara suara diumumkan. 

Baca juga: Sosok Jacob Zuma, Mantan Presiden Afrika Selatan yang Didiskualifikasi dari Pemilu Parlemen

Menurut hasil sementara di 27 negara Uni Eripa, partai van der Leyen, yakni Partai Rakyat Eropa (European People's Party/EPP) yang beraliran tengah-kanan memenangkan 184 dari 720 kursi.

Berada di tempat kedua, kelompok Sosialis dan Demokrat (Socialists and Democrats/S&D) yang memenangkan 139 kursi parlemen, diikuti oleh kelompok liberal Renew dengan 80 kursi.

“Kami akan membangun benteng melawan kelompok ekstrem dari sayap kiri dan kanan,” kata von der Leyen kepada para pendukung EPP di acara terpisah tadi malam, dengan merujuk pada kelompok sayap kiri-tengah dan liberal, yang harus diajaknya bekerja sama untuk terus mendorong agenda ke depannya.

Setelah berminggu-minggu spekulasi mengenai kemungkinan kemenangan telak kelompok sayap kanan, hasil mengejutkan dari Partai RN di Perancis, Partai Kebebasan di Austria dan Partai Alternatif untuk Jerman AfD tidak serta merta menyebabkan pergolakan dalam lanskap politik UE.

Namun, karena jumlah anggota parlemen sayap kanan di parlemen lebih banyak dibandingkan sebelumnya, suara mereka harus didengarkan di masa depan.

Baca juga: Saat Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos di Tengah Rapat...

Kejutan di Perancis

Setelah empat hari Pemilu berlangsung, dengan hampir 180 juta orang di 27 negara memberikan suara, kejutan besar dari Paris.

Presiden Perancis Emanuel Macron pada Minggu mengumumkan bahwa ia akan membubarkan Majelis Nasional dan menyerukan pemilihan legislatif secepatnya setelah aliansi sentrisnya dikalahkan oleh partai sayap kanan dalam pemilihan Parlemen Eropa.

Partainya, Partai Renaissance yang berhaluan tengah dan pro-Eropa, hanya memperoleh 15 persen suara, dikalahkan oleh Partai sayap kanan NR, yang memperoleh lebih dari 30 persen suara di Perancis.

"Saya telah memutuskan untuk memberikan kembali kepada Anda pilihan masa depan parlemen kita melalui pemungutan suara. Oleh karena itu saya membubarkan Majelis Nasional," kata Macron dalam pidatonya di depan negara.

“Partai-partai sayap kanan mengalami kemajuan di mana-mana di benua ini. Ini adalah situasi yang saya tidak bisa pasrah," tambahnya.

Langkah ini merupakan pertaruhan besar untuk Macron karena ia tampaknya mencoba untuk mendapatkan kendali atas Perancis.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com