Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WNI di Taiwan Didenda Hampir Rp 100 Juta karena Bawa Daging Babi

Kompas.com - 10/06/2024, 09:15 WIB
Aditya Jaya Iswara

Editor

TAIPEI, KOMPAS.com - Petugas bea cukai Taiwan menjatuhkan denda sebesar 200.000 dollar Taiwan, atau lebih dari Rp 99,8 juta kepada seorang wisatawan karena mencoba membawa bekal makan yang mengandung daging babi.

Badan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan Taiwan mengatakan, hal ini dilakukan seorang warga negara Indonesia yang tiba dari Hong Kong pada 30 April 2024.

Pihaknya mengatakan, seekor anjing yang bertugas di bandara Taiwan mengendus "kombinasi ayam panggang dan babi".

Baca juga: Manusia Pertama Penerima Transplantasi Ginjal Babi, Meninggal

Dilaporkan bahwa orang tersebut tidak mampu membayar denda dan dideportasi.

Saat ini Taiwan memberlakukan denda sebesar 200.000 dollar Taiwan jika ada orang yang membawa daging babi dan produk turunannya dari negara-negara yang terdampak African Swine Fever (ASF) menyusul wabah di China pada 2018.

Denda dinaikkan menjadi 1 juta dollar Taiwan bagi pelaku yang melakukan pelanggaran kedua kalinya.

Penyakit yang sangat menular ini menyerang babi peliharaan dan babi liar, serta memiliki tingkat kematian sekitar 80 persen.

Taiwan adalah salah satu dari sedikit negara Asia yang ternaknya belum tertular penyakit ini.

Menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH), ASF bertanggung jawab atas matinya populasi babi dalam jumlah besar sehingga berdampak pada ekonomi.

Baca juga:

"Tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi berdampak buruk pada populasi babi dan perekonomian peternakan," kata WOAH.

"Virus ini sangat resisten di lingkungan, artinya virus ini dapat bertahan hidup di pakaian, sepatu bot, roda, dan bahan lainnya. Virus ini juga dapat bertahan hidup di berbagai produk daging babi, seperti ham, sosis, atau bacon."

Australia, yang sejauh ini masih bebas dari ASF, mengenakan denda hingga 6.260 dollar Australia (Rp 67,25 juta) bagi wisatawan yang dengan sengaja tidak melaporkan barang-barang berisiko tinggi seperti daging babi dan produk daging lainnya atau memberikan informasi yang salah atau menyesatkan.

Pada 2022, seorang penumpang didenda dan dideportasi dari Australia karena tak lapor membawa daging rendang.

Baca juga: Ilmuwan China Berhasil Tumbuhkan Ginjal Berisi Sel Manusia pada Embrio Babi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com