Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

India Dilanda Gelombang Panas, Suhu Dekati 50 Derajat Celsius

Kompas.com - 30/05/2024, 18:01 WIB
Albertus Adit

Penulis

NEW DELHI, KOMPAS.com - Di Kota Delhi India suhu mencapai hampir 50 derajat celsius pada siang hari. Di mana negara tersebut sedang dilanda gelombang panas ekstrem.

Sebagaimana diberitakan The Independent pada Kamis (30/5/2024), stasiun cuaca utama kota di Safdarjung mencatat suhu 45,8C pada hari Selasa, sementara di pinggiran Mungeshpur dan Narela melaporkan 49,9C.

Najafgarh, Pitampura dan Pusa suhunya juga cukup tinggi yakni sekitar 49,8C. Ini adalah suhu tertinggi yang pernah tercatat di Delhi dan sembilan derajat di atas suhu normal sepanjang tahun ini.

Baca juga: Kebakaran Rumah Sakit Anak di India, 37 Bayi Tewas

Bahkan di negara tetangga suhunya bisa lebih ekstrem. Di Pakistan, suhu meningkat di atas 52 derajat Celcius di Provinsi Sindh selatan pada minggu ini, yang merupakan suhu tertinggi pada musim panas ini serta mendekati rekor suhu tertinggi di negara tersebut.

Asia Selatan terguncang akibat gelombang panas yang hebat tahun ini, sama seperti negara-negara Asia lainnya.

Meskipun musim panas selalu sangat melelahkan di India dengan suhu yang sering mencapai di atas 40C di wilayah utara dan tengah, suhu saat ini semakin panas dalam beberapa tahun terakhir.

Musim panas ini, sebagian besar wilayah utara dan barat India – termasuk negara bagian Rajasthan, Punjab, Haryana, dan Uttar Pradesh yang mengelilingi Delhi, berada dalam “siaga merah” karena suhu tetap tinggi.

Peringatan merah menyiratkan kemungkinan besar orang terkena penyakit panas dan serangan panas (heat stroke), dan menyerukan perawatan ekstrem bagi orang-orang yang rentan, menurut Departemen Meteorologi India.

Baca juga: India Tangkap 4 Orang yang Dituduh Selundupkan Orang untuk Jadi Tentara Rusia di Ukraina

Namun, meskipun suhu udara mencapai rekor tertinggi dan para pemilih mengeluhkan tekanan panas, komisi pemilihan umum India telah terus melaksanakan pemungutan suara dan jumlah pemilih sedikit menurun dibandingkan dengan pemilu terakhir lima tahun lalu.

Pemilu berakhir pada 1 Juni setelah tujuh tahap pemungutan suara yang dilaksanakan selama enam minggu, dan hasilnya akan diumumkan pada 4 Juni 2024.

Angin panas yang bertiup dari negara bagian gurun Rajasthan dituding sebagai penyebab meningkatnya panas di Delhi dalam beberapa hari terakhir.

Tetapi, para ahli mengatakan bahwa perluasan wilayah perkotaan di ibu kota dan kurangnya ruang hijau juga menjadi penyebabnya.

"Di area terbuka dengan lahan kosong, terjadi peningkatan radiasi. Sinar matahari langsung dan kurangnya naungan membuat wilayah ini sangat panas," terang Mahesh Palawat, wakil presiden Meteorologi dan Perubahan Iklim di Skymet Weather.

Pemerintah daerah Delhi juga membatasi pasokan air karena panasnya cuaca. Dikatakan bahwa ketinggian air di Sungai Yamuna, sumber utama menjadi rendah.

Baca juga: Intelijen India Dilaporkan Sempat Menyusup ke Australia, Diusir pada 2020

Meskipun sebagian masyarakat India mampu menggunakan AC dan pendingin air untuk mengatasi panas, separuh tenaga kerja di negara tersebut terpaksa bekerja di luar ruangan dengan sedikit atau bahkan tidak ada waktu istirahat sepanjang hari.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com