Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Taiwan Minta Dukungan Indonesia di Tengah Latihan Militer China

Kompas.com - 29/05/2024, 07:25 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Taiwan meminta dukungan Indonesia di tengah penyelenggaraan latihan militer China.

Kantor Dagang dan Ekonomi Taipe (Taipe Economic and Trade Office/TETO) di Indonesia, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk mendesak China segera menghentikan latihan militer yang mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Mereka meminta Indonesia mendukung pemeliharaan status quo secara damai di Selat Taiwan dan mendesak China untuk kembali melakukan pengendalian diri yang rasional.

Baca juga: China Mulai Latihan Perang di Sekitar Taiwan, Uji Kemampuan Rebut Kekuasaan

"Aktivitas militer China terus mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan. Selain merusak perdamaian di kawasan Selat Taiwan, hal itu juga membahayakan keselamatan WNI di Taiwan," jelas TETO dalam sebuah pernyataan yang dikirim kepada Kompas.com pada Rabu (29/5/2024).

Disebutkan, bahwa Taiwan dan Indonesia memiliki kerja sama dan pertukaran yang erat.

Saat ini, TETO mencatat, terdapat sekitar 400.000 warga negara Indonesia yang tinggal, belajar, dan bekerja di Taiwan.

"Perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan terkait dengan kepentingan ekonomi dan perdagangan utama Indonesia serta perlindungan orang Tionghoa di perantauan," ungkap mereka.

TETO di Indonesia menganggap latihan militer China di laut dan wilayah sekitar Taiwan sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

"Oleh karena itu, kami menghimbau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk bersama-sama menuntut agar China segera menghentikan perilaku tidak masuk akal dan arogan serta tindakan militer yang provokatif tersebut guna memulihkan perdamaian, stabilitas dan pembangunan di kawasan Indo-Pasifik secepatnya," jelas mereka.

Baca juga: Kata Presiden Baru Taiwan Usai China Kerahkan Pesawat dan Kapal di Sekitar Pulau

Menurut TETO di Indonesia, Komando Teater Timur China pada Kamis (23/5/2024) lalu, telah mengumumkan pelaksanaan latihan militer Bersama “2024A” di laut dan wilayah udara sekitar Taiwan. 

"Provokasi dan tindakan tidak rasional ini merusak perdamaian dan stabilitas regional, serta tidak membantu perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik," ungkap mereka.

Pemerintah Taiwan menyoroti sifat hegemonik China dan mengecam keras tindakan tersebut.

TETO di Indonesia mengingatkan, bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan telah menjadi konsensus komunitas internasional. 

"Ketika komunitas internasional terus memperhatikan situasi di Selat Taiwan, Pemerintah China telah berulang kali mengancam demokrasi Taiwan dan secara sepihak merusak status quo di Selat Taiwan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik," klaim mereka.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com