Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keluh Kesah Warga Jepang soal Turis Gunung Fuji, Kini Pemandangan Ditutup

Kompas.com - 28/05/2024, 19:11 WIB
BBC News Indonesia,
Aditya Jaya Iswara

Tim Redaksi

FUJIKAWAGUCHIKO,KOMPAS.com - Sekelompok turis menyeret koper-koper besar mereka seraya berjalan melewati kerumunan untuk mencari foto yang sempurna.

Mereka berkerumun di trotoar di seberang minimarket Lawson. Tapi ini bukan minimarket biasa, di belakangnya terdapat pemandangan Gunung Fuji yang megah.

Gunung dengan puncak bersalju setinggi 3.776 meter ini menjadi latar belakang menakjubkan bagi mereka yang mencari momen selfie atau momen Instagrammable favorit berikutnya.

Baca juga: Kesal dengan Ulah Turis, Warga Jepang Tutup Pemandangan Gunung Fuji

Jeprat-jepret sebentar, para pengunjung mendapatkan apa yang mereka inginkan, kemudian beranjak pergi.

Pada Selasa (21/5/2024), pemandangan itu hilang. Para turis yang biasanya bisa melihat pemandangan Gunung Fuji di trotoar seberang minimarket kini harus puas menatap layar jaring hitam sepanjang puluhan meter.

Penghalang ini dipasang setelah para penduduk setempat mengajukan serangkaian keluhan. Mereka mengaku kehidupan mereka terganggu oleh turis-turis yang menyeberang serampangan dan membuang sampah sembarangan.

Penduduk Kota Fujikawaguchiko memang amat merasakan dampak lonjakan pariwisata—kedatangan orang ke Jepang melampaui rekor tiga juta orang pada Maret dan April, didorong oleh melemahnya nilai tukar yen dan besarnya niat orang berlibur pascapandemi.

Layar tersebut merupakan sebuah langkah putus asa dan sebuah tanda perjuangan Jepang untuk mengakomodasi pengunjung sekaligus melindungi jalan-jalan, tempat-tempat terkenal, dan cara hidup yang khas.

Inilah foto yang menarik begitu banyak wisatawan datang ke Fuji Kawaguchiko.BBC INDONESIA Inilah foto yang menarik begitu banyak wisatawan datang ke Fuji Kawaguchiko.
Hari Selasa (21/5/2024) menjadi hari yang ramai di Fuji Kawaguchiko.

Pejabat Jepang telah mengumumkan sejak akhir April bahwa mereka akan memasang layar penghalang—namun jam pemasangannya membawa lebih banyak perhatian ke kota di Jepang tengah ini.

Saat para pekerja memasang tiang dan menggantungkan kabel untuk menahan layar, mereka dikelilingi oleh banyak kamera. Para wisatawan pun berkumpul, penasaran ingin mengabadikan keriuhan tersebut.

Jika layar dimaksudkan untuk menjauhkan para turis, benda itu gagal melakukannya.

Layar hitam ini menghalangi pemandangan Gunung Fuji dari trotoar.BBC INDONESIA Layar hitam ini menghalangi pemandangan Gunung Fuji dari trotoar.
Di antara pengunjung, ada yang bertanya-tanya seberapa efektif tindakan itu: “Ini mungkin berhasil selama beberapa hari. Tapi saya yakin seseorang akan membuat lubang (di dalamnya) dan mengambil fotonya suatu saat nanti,” kata turis Kazakhstan, Yuri Vavilin.

Dia kecewa karena gagal memotret Gunung Fuji, tetapi dia berkata dia akan kembali besok dan mencoba dari kedua ujung layar.

Dedikasi ini mengejutkan Kazuhiko Iwama (65), yang telah menjalani seluruh hidupnya di Fujikawaguchiko. Rumahnya terletak di seberang minimarket tersebut.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com