Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Influencer Pendidikan China Terlampau Disiplin, Pendekatan Belajarnya Picu Kontroversi

Kompas.com - 28/05/2024, 18:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber NDTV

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang influencer pendidikan di China, Zhao Juying, yang dikenal karena pendekatan disiplin kerasnya, mendapat kecaman setelah terlihat menghukum siswanya secara fisik dalam beberapa video yang diunggahnya. 

Zhao (55), memiliki sekitar 300.000 pengikut di Douyin, platform media sosial yang mirip TikTok.

Menurut South China Morning Post, Zhao yang mengaku sebagai pakar pendidikan senior dengan pengalaman 33 tahun, menjadi terkenal karena syuting acara di Douyin. 

Baca juga: Kritik Militernya, Kim Jong Un Nilai Tentaranya Kurang Disiplin

Dalam acara tersebut, orang tua mengundang Zhao ke rumah mereka untuk memotivasi anak-anak remaja mereka agar lebih giat belajar. 

Diansir dari NDTV, Zhao mengeklaim bahwa metode disiplinnya yang keras mampu meningkatkan prestasi akademik anak dalam waktu singkat. Dia berpendapat bahwa pendidikan tanpa hukuman tidaklah lengkap.

Namun, metode Zhao yang agresif dan ekstrem kini menuai kontroversi. Dalam salah satu video, Zhao mengunjungi seorang siswa sekolah menengah pertama bermarga Huang. 

Dia memaksa siswa tersebut menghancurkan semua mainan favoritnya, termasuk mobil mainan dan patung Gundam dengan palu.

Zhao kemudian menampar telapak tangan dan dada anak laki-laki itu dengan tongkat bambu sambil berteriak, "Apakah mainan ini akan membantu kamu meningkatkan nilai matematika atau bahasa Inggris kamu? Jika kamu gagal masuk sekolah menengah, kamu bahkan tidak akan mendapat kesempatan mengikuti ujian masuk universitas. Tidak ada gadis dari universitas bagus yang akan menikah denganmu."

Dalam video lain, Zhao mengkritik siswa tersebut karena kekanak-kanakan dan merobek-robek buku komiknya. 

Video-video ini memicu reaksi keras dari masyarakat, banyak yang mengecam gaya pendidikan Zhao dan menyatakan simpati kepada siswa yang menjadi korban.

Baca juga: Sejumlah Influencer Kaya Raya di China Hilang dari Media Sosial, Ada Apa?

Seorang pengguna media sosial menulis, "Gaya pendidikan yang menyesakkan ini sudah lama ketinggalan zaman, dan orang-orang seperti Zhao tidak layak menjadi guru." 

Pengguna lain berkomentar, "Menggunakan dalih kunjungan rumah untuk melakukan kekerasan hanya akan menimbulkan kerugian fisik dan psikologis bagi siswa." 

Sementara itu, pengguna ketiga menyatakan, "Cinta dan kelembutan adalah obat terbaik untuk mendidik anak-anak," dan yang keempat menambahkan, "Menekan kepentingan anak bukanlah pendidikan yang sebenarnya; itu adalah obsesi orang dewasa terhadap kekuasaan dan kendali."

Baca juga: Menerka Bagaimana Presiden Baru Taiwan William Lai Hadapi China

Menanggapi kontroversi ini, Biro Pendidikan Provinsi Gansu mulai menyelidiki keaslian identitas dan kualifikasi Zhao.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com