Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kata Biden soal Serangan Israel ke Rafah yang Bakar Hidup-hidup Pengungsi di Tenda

Kompas.com - 28/05/2024, 17:27 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber Reuters

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Joe Biden buka suara soal serangan terbaru Israel ke Rafah yang menewaskan puluhan warga Palestina.

Mereka terkesan masih membela Israel.

Sebagaimana dilaporkan Reuters pada Selasa (28/5/2024), Pemerintahan Biden menyebut, Israel memiliki hak untuk menyerang Hamas.

Baca juga: Demo Pro-Palestina di Paris, 10.000 Orang Protes Serangan Israel ke Rafah

“Israel memiliki hak untuk menyerang Hamas, dan kami memahami bahwa serangan ini menewaskan dua pejabat senior Hamas yang bertanggung jawab atas serangan-serangan terhadap warga sipil Israel,” ujar Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS.

Meski begitu, Pemerintahan Biden juga mengatakan kepada Israel untuk mengambil setiap tindakan pencegahan untuk melindungi warga sipil.

“Namun, seperti yang telah kami jelaskan, Israel harus mengambil setiap tindakan pencegahan yang mungkin untuk melindungi warga sipil.

Biden bagaimanapun telah menghadapi tekanan yang meningkat dari dalam partainya sendiri untuk mengurangi dukungannya terhadap Israel.

Tekanan itu bahkan sudah datang kepada Biden sebelum serangan udara Israel pada Minggu (26/5/2024) malam, yang membuat tenda-tenda dan tempat penampungan di kamp Rafah terbakar dan menewaskan 45 orang.

Kementerian Kesehatan di Gaza menyebut serangan Israel itu memicu kebakaran yang membakar para pengungsi hidup-hidup di tenda-tenda. Mirisnya lagi, banyak di antara korban adalah perempuan dan anak-anak.

Baca juga: Negara-negara Eropa Kecam Serangan Israel ke Rafah yang Bakar Hidup-hidup Pengungsi di Tenda

Anggota DPR AS desak Biden

Alexandria Ocasio-Cortez, seorang anggota parlemen terkemuka dari Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, pada Senin (27/6/2024), menyebut serangan tersebut sebagai kekejaman yang tidak dapat dipertahankan.

"Sudah lama Presiden harus memenuhi janjinya dan menangguhkan bantuan militer," ungkapnya dalam sebuah unggahan di media sosial X.

Anggota Kongres AS lainnya, Ayanna Pressley, juga mengungkapkan keprihatinan atas serangan Israel ke Rafah tersebut.

“Gambar-gambar yang mengerikan dan memilukan keluar dari Rafah tadi malam. Berapa lama lagi AS akan berdiam diri sementara militer Israel membantai dan memutilasi bayi-bayi Palestina?” ucapnya di media sosial X.

Baca juga: Ini Kritik Keras dari Berbagai Negara Imbas Serangan Israel ke Rafah

Rashida Tlaib, satu-satunya orang Palestina-Amerika yang bertugas di Kongres AS, menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “maniak genosida”.

Sebelumnya, Netanyahu pada Senin menyampaikan bahwa serangan Israel terbaru ke Rafah tidak dimaksudkan untuk menimbulkan korban sipil, namun telah terjadi “kesalahan yang tragis”.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSC) mengatakan Pemerintah AS “secara aktif terlibat” dengan militer Israel dan pihak-pihak lain di lapangan untuk menilai apa yang terjadi.

Hampir separuh dari pemilih Partai Demokrat tidak menyetujui cara Biden menangani perang Israel-Hamas, menurut jajak pendapat terbaru dari Reuters/Ipsos.

Protes-protes di kampus selama berminggu-minggu mengenai perang ini telah menambah tekanan, dan tuntutan yang lebih luas untuk gencatan senjata permanen telah membuat kampanye pemilihan kembali Biden berada dalam posisi bertahan.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com