Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jaring Penghalang Pemandangan Gunung Fuji Jepang Dibolongi Orang

Kompas.com - 28/05/2024, 14:17 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

FUJIKAWAGUCHIKO, KOMPAS.com - Sebanyak sepuluh lubang kecil ditemukan di jaring penghalang pemandangan Gunung Fuji yang dipasang Pemerintah Kota Fujikawaguchiko, Jepang, Selasa (28/5/2024).

Jaring itu dipasang pekan lalu karena warga setempat kesal dengan ulah para turis asing yang membuang sampah sembarangan, masuk tanpa izin, dan melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Salah seorang pejabat kota mengatakan kepada wartawan AFP, jaring hitam itu berhasil menghalau orang-orang yang biasanya memadati trotoar kecil di seberang toko Lawson tersebut

Baca juga: Kesal dengan Ulah Turis, Warga Jepang Tutup Pemandangan Gunung Fuji

Sekuriti berjaga di sana selama pukul 10.00-16.00 waktu setempat, tetapi kini ditemukan lubang-lubang kecil yang tampaknya dibuat pada pagi atau sore hari saat tak ada orang melihat.

Jepang pasang kain untuk tutupi pemandangan Gunung Fuji.Dok. Shutterstock/EL BANCO04 Jepang pasang kain untuk tutupi pemandangan Gunung Fuji.
"Ini soal tata krama. Sayang sekali," katanya mengenai lubang-lubang itu yang cukup dimasuki jari, tetapi mungkin terlalu kecil untuk memotret pemandangan ikonik Gunung Fuji berselimut salju di belakang Lawson.

"Saya coba menaruh kamera di salah satu lubang. Apakah hasilnya bagus? Nyatanya, menurut saya jaringnya masuk ke dalam foto," ujar pejabat tersebut.

Ia menambahkan, sejak jaring berukuran 2,5x20 meter itu dipasang pada Selasa pekan lalu, ada beberapa orang yang datang untuk melihat sendiri penghalang tersebut.

“Tetapi kami berhasil menghalau orang-orang tetap di sana,” imbuhnya.

Kota Fujikawaguchiko, yang berada di samping danau vulkanik indah, kini berencana memasang kode QR di jaring itu untuk memperkenalkan tempat-tempat wisata lainnya di daerah tersebut, termasuk lokasi alternatif memotret Gunung Fuji.

Nantinya, ketika spot foto di depan Lawson sudah tidak sepopuler biasanya, otoritas kota mungkin akan melepas jaringnya.

Baca juga:

Jumlah wisatawan asing di Jepang mencapai rekor tertinggi. Dalam sebulan mencapai lebih dari tiga juta untuk kali pertama pada Maret, kemudian terulang lagi bulan berikutnya.

Namun, seperti tempat-tempat wisata lainnya seperti Venesia—yang baru-baru ini menguji coba biaya masuk bagi pengunjung harian—kedatangan para turis tidak disambut baik semua orang.

Musim panas ini, pendaki yang menggunakan rute terpopuler di Gunung Fuji akan dikenakan biaya 2.000 yen (Rp 205.000) per orang. Jumlah tiket dibatasi maksimal 4.000 untuk mengurangi kepadatan pengunjung.

Baca juga: 31 Juli dalam Sejarah: Gunung Fuji Meletus untuk Pertama Kalinya pada 781 SM

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Global
1,5 Juta Jemaah Haji Serbu Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

1,5 Juta Jemaah Haji Serbu Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

Global
Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Global
Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Global
Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Global
Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Internasional
Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Global
Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Global
Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Global
Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Global
WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

Global
Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Global
Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Global
1,5 Juta Lebih Jemaah Menuju Arafah untuk Prosesi Wukuf

1,5 Juta Lebih Jemaah Menuju Arafah untuk Prosesi Wukuf

Global
Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com