Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBB: Kecil Kemungkinan Korban Longsor Papua Nugini Selamat

Kompas.com - 28/05/2024, 12:08 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

PORT MORESBY, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Selasa (28/5/2024) mengatakan, saat ini kecil kemungkinannya ada korban tanah longsor di Papua Nugini yang selamat.

“Ini bukan misi penyelamatan, ini misi menemukan (jasad),” kata Niels Kraaier dari UNICEF Papua Nugini.

“Sangat kecil kemungkinannya mereka selamat,” lanjutnya, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Sekitar 2.000 orang dikhawatirkan tertimbun tanah longsor yang menghancurkan permukiman dataran tinggi terpencil pada 24 Mei 2024 dini hari.

Upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan terhambat karena lokasinya yang terpencil, putusnya akses jalan, hujan deras, dan kekerasan suku di dekatnya.

Pengurus Provinsi Enga, Sandis Tsaka, memperingatkan bahwa bencana ini bisa menjadi lebih buruk.

Sekitar 7.900 orang dari desa-desa terpencil telah dievakuasi dan tanah di sekitar area longsor masih bergerak.

“Tragedi ini masih aktif,” ungkap Tsaka. "Setiap jam Anda bisa mendengar batu pecah—itu seperti bom atau suara tembakan dan batu-batuan terus berjatuhan."

"Ini daerah permukiman padat, tempat usaha, gereja, dan sekolah, dan semuanya musnah. Ini (sekarang) menjadi permukaan bulan—hanya berupa bebatuan," imbuhnya.

Nicholas Booth dari Program Pembangunan PBB mengatakan, banyak orang menolak mengungsi dan berharap orang-orang yang mereka cintai dapat ditemukan.

Fokus utamanya sekarang adalah pengiriman bantuan dan penyisiran daerah yang terkena dampak, ujarnya kepada AFP.

Dalam jangka panjang, survei geologi diperlukan untuk menentukan berapa banyak orang yang perlu direlokasi secara permanen, ucap Booth.

Baca juga:

“Longsor ini menutup jalan ke barat, jadi tidak hanya sulit mengakses desa itu sendiri, tetapi permukiman di luar desa tersebut juga terputus.”

Dengan 30.000 orang penduduk, permukiman yang kini terisolasi itu memiliki cukup persediaan barang-barang pokok untuk beberapa minggu, tetapi bisa memburu dalam beberapa bulan mendatang.

Polisi dan pasukan pertahanan masih berupaya menjangkau lokasi tersebut hari ini dan menutup daerah-daerah paling berbahaya.

Badan-badan bantuan juga berupaya menyalurkan makanan, air bersih, pasokan kesehatan, serta sumber daya pendidikan.

Baca juga: Papua Nugini Laporkan Lebih dari 2.000 Orang Tertimbun Tanah Longsor

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com