Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Fakta Seputar Bencana Tanah Longsor di Papua Nugini

Kompas.com - 28/05/2024, 07:34 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AP News

PORT MORESBY, KOMPAS.com - Bencana tanah longsor di Papua Nugini pada Jumat (24/5/2024) membuat luka dalam bagi pemerintah setempat serta dunia.

Sebab, pemerintah memperkirakan jumlah korban tewas akibat tertimbun tanah longsor mencapai 2.000 orang.

Sebelumnya, pejabat Desa Yambali dan Provinsi Enga memperkirakan korban tewas sebanyak 670 orang karena ada lebih dari 150 rumah yang tertimbun longsoran.

Baca juga: Papua Nugini Laporkan Lebih dari 2.000 Orang Tertimbun Tanah Longsor

Sebagaimana diberitakan AP News pada Selasa (28/5/2024), Kantor Perdana Menteri Papua Nugini James Marape pada hari Senin tidak menanggapi permintaan penjelasan tentang dasar perkiraan pemerintah mengenai jumlah 2.000 orang.

Marape berjanji akan merilis informasi mengenai skala kehancuran dan korban jiwa jika sudah tersedia.

Fakta seputar tanah longsor di Papua Nugini

Berikut ini beberapa fakta seputar bencana tanah longsor besar yang melanda desa di Papua Nugini:

1. Lokasi desa terpencil

Lokasi tanah longsor di Papua Nugini karena kondisi lapangan yang menantang, termasuk lokasi desa yang terpencil.

2. Kurangnya data sensus

Kurangnya data sensus yang dapat diandalkan oleh pemerintah juga menambah tantangan dalam menentukan berapa banyak orang yang berpotensi meninggal karena bencana tersebut.

Pemerintah memperkirakan populasi Papua Nugini berjumlah sekitar 10 juta orang.

Baca juga: Evakuasi Belum Selesai, Tim Penyelamat Khawatir Ada Longsor Baru di Papua Nugini

Penelitian PBB, berdasarkan data termasuk foto satelit dari atap rumah, memperkirakan pada 2022 jumlah penduduk bisa mencapai 17 juta orang. Sensus yang akurat belum pernah dilakukan di negara ini selama beberapa dekade.

3. Akses jalan utama tertimbun longsoran

Tanah longsor juga mengubur jalan raya utama provinsi sepanjang 200 meter di bawah puing-puing sedalam 6 hingga 8 meter, sehingga menimbulkan hambatan besar bagi pekerja bantuan.

4. Lokasi masih berpotensi terjadi longsor susulan

Kini, warga setempat dan pekerja bantuan mengevakuasi dengan sekop untuk menggali mayat korban bencana.

Selain itu, lokasi bencana masih berpotensi terjadi longsoran susulan.

Baca juga: Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

"Situasinya masih tidak stabil karena pergeseran lokasi, menimbulkan bahaya yang berkelanjutan baik bagi tim penyelamat maupun para penyintas," tulis Mana kepada PBB.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com