Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

G7 Akan Setujui Aset Beku Rusia untuk Bantu Ukraina

Kompas.com - 25/05/2024, 12:18 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

STRESA, KOMPAS.com - Para menteri keuangan dari negara-negara G7 pada Sabtu (25/5/2024) akan menyetujui rencana menggunakan aset-aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina.

Topik bantuan untuk Ukraina yang sedang kesulitan mendapatkan dana tambahan setelah lebih dari dua tahun berperang, mendominasi pertemuan para menkeu G7 di Kota Stresa, Italia utara.

Pertemuan digelar ketika Kyiv mengeklaim dapat menghentikan kemajuan Rusia di Kharkiv. Staf Umum Ukraina menyebut pasukan Moskwa hanya sebagian berhasil dan situasinya tegang seiring pertempuran yang terus berlanjut.

Baca juga: Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Presiden Volodymyr Zelensky kemudian meningkatkan permohonan bantuan ketika pasukannya mengalami kesulitan.

Amerika Serikat pada Jumat (24/5/2024) mengumumkan paket bantuan militer baru senilai 275 juta dollar AS (Rp 4,4 triliun) untuk Ukraina.

Menteri Keuangan Ukraina Sergii Marchenko akan menghadiri pertemuan G7 pada Sabtu di Stresa untuk mencoba memanfaatkan bunga dari aset-aset Rusia yang dibekukan.

G7 membutuhkan persetujuan para pemimpin negara anggota untuk mengesahkan kesepakatan. Mereka bakal bertemu bulan depan di Puglia, Italia, tetapi menurut para pengamat prinsipnya dapat disepakati hari ini

“Kita perlu mencapai deklarasi prinsip yang menandai kesepakatan keseluruhan negara-negara G7 untuk menggunakan pendapatan dari aset Rusia guna membiayai Ukraina,” kata Menteri Keuangan Perancis Bruno Le Maire, dikutip dari kantor berita AFP.

Dia melanjutkan, para menteri bertujuan mencapai kesepakatan politik secara prinsip, bukan solusi siap pakai.

Baca juga:

Komisaris Ekonomi Uni Eropa Paolo Gentiloni juga menyatakan optimisme dengan mengatakan, ada konvergensi positif dalam pembicaraan menuju konsep memanfaatkan keuntungan dari aset-aset Rusia yang dibekukan.

Negara-negara Barat tahun ini semakin mendorong penyiapan dana bagi Ukraina dengan menggunakan miliaran dollar rekening bank, investasi, dan aset-aset lainnya yang dibekukan sejak invasi Rusia pada 2022.

Mengingat masih banyak rincian yang belum diklarifikasi, Gentiloni menyampaikan bahwa diskusi tersebut mungkin dilanjutkan di KTT G7 di Puglia pada 13-15 Juni 2024.

Baca juga: Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com