Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasangan AS Tewas Ditembak Geng di Haiti, Biden Percepat Pengerahan Pasukan

Kompas.com - 25/05/2024, 11:12 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

PORT-AU-PRINCE, KOMPAS.com - Sepasang suami istri asal Amerika Serikat (AS) tewas ditembak oleh geng di luar sebuah gereja di ibu kota Haiti.

Diketahui, Haiti telah mengalami kekerasan ekstrem selama berbulan-bulan dengan serangan mematikan di rumah sakit, penjara, dan gedung pemerintah.

Sebelumnya, Misi di Haiti, sebuah organisasi nirlaba berbasis di Oklahoma yang didirikan pada tahun 2000, mengatakan, Davy dan Natalie Lloyd serta orang ketiga dibunuh di Port-au-Prince oleh orang-orang bersenjata pada Kamis (23/5/2024) malam.

Baca juga: Geng-geng Kuasai Ibu Kota Haiti, Warga Terpaksa Mengungsi

Korban ketiga diidentifikasi oleh media AS sebagai Jude Montis, direktur Misi Haiti di Haiti.

"Davy, Natalie, dan Jude ditembak dan dibunuh oleh geng tersebut sekitar jam 9 malam ini. Kita semua hancur," kata Misi di Haiti di halaman Facebook-nya pada hari Jumat, sebagaimana diberitakan AFP pada Sabtu (25/5/2024).

Menurut juru bicara polisi, para anggota geng memasuki rumah dan menjarahnya sebelum membunuh ketiga misionaris.

"Investigasi sedang dilakukan," kata pejabat itu.

Sedangkan dalam postingan Facebook sebelumnya, Misi di Haiti mengatakan bahwa para misionaris disergap oleh sekelompok orang yang menggunakan tiga kendaraan.

"Davy dibawa ke rumah dalam keadaan terikat dan dipukuli. Geng itu kemudian mengambil truk kami dan memuat semua yang mereka inginkan lalu pergi," jelasnya.

Baca juga: Baku Tembak antara Geng dan Polisi Pecah Lagi di Haiti, Termasuk di Taman Umum

Anggota geng di Haiti lain kemudian tiba dan melakukan mode serangan penuh.

Menanggapi kematian tersebut, Gedung Putih menyerukan pengerahan cepat pasukan multinasional pimpinan Kenya di Haiti untuk mengatasi kekerasan geng yang merajalela.

"Situasi keamanan di Haiti tidak bisa menunggu," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional, seraya menekankan bahwa Presiden Joe Biden telah berjanji untuk mendukung percepatan pengerahan pasukan dalam pembicaraan dengan presiden Kenya pada hari Kamis.

"Hati kami tertuju kepada keluarga korban yang tewas karena mereka mengalami kesedihan yang tak terbayangkan," tambah juru bicara tersebut.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyampaikan belasungkawa, dan menyebutnya sebagai contoh lain dari kekerasan yang tidak pandang bulu.

Bandara utama sebagian dibuka kembali minggu ini setelah ditutup sejak awal Maret, ketika geng-geng yang kuat dan bersenjata lengkap yang menguasai sebagian besar negara itu melancarkan serangan terkoordinasi yang mereka katakan bertujuan untuk menggulingkan Perdana Menteri Ariel Henry saat itu.

Sementara itu, Presiden Kenya William Ruto bersumpah selama kunjungannya ke Washington bahwa pengerahan keamanan negaranya ke Haiti akan berupaya untuk menghancurkan geng-geng tersebut.

Baca juga: Kekerasan Geng di Haiti Tewaskan 1.500 Orang dalam 3 Bulan

Pemerintahan Joe Biden juga telah mencari negara yang dapat memimpin misi ke Haiti setelah negara tersebut mengesampingkan pengiriman pasukan AS, yang memiliki sejarah panjang intervensi di negara tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com