Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biografi Ebrahim Raisi: Ulama, Jaksa, dan Politisi Iran Garis Keras

Kompas.com - 20/05/2024, 13:28 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Britannica

TEHERAN, KOMPAS.com - Ebrahim Raisi, seorang ulama yang juga Presiden Iran dilaporkan tewas dalam kecelakaan helikopter pada Minggu (19/5/2024).

Selain sebagai ulama, dia juga seorang jaksa dan politikus Iran yang menjabat sebagai kepala peradilan Iran (2019–2021) dan kemudian sebagai kepala negara atau presiden Iran (2021–2024).

Raisi lahir pada 14 Desember 1960 di Masyhad Iran dan meninggal di dekat Jolfa Iran pada Minggu (19/5/2024).

Baca juga: Pejabat Iran: Ebrahim Raisi Tewas Usai Helikopternya Menabrak Puncak Pegunungan

Dikutip dari Britannica, seperti ini biografi Ebrahim Raisi, kehidupan awal dari seseorang yang dikenal sebagai tokoh garis keras Iran.

Raisi dibesarkan di kota Masyhad, pusat keagamaan penting bagi Dua Belas Syiah sebagai tempat pemakaman imam kedelapan ?Al? al-Ri??.

Raisi lahir pada masa dimulainya reformasi pertanahan (1960–1963) dan program pembangunan Revolusi Putih (1963–1979), ketika Iran sedang mengalami perubahan besar dalam distribusi kekuasaan dan kekayaannya.

Meskipun negara ini mengalami modernisasi dan urbanisasi yang pesat, kelompok ulama termasuk di antara kelompok yang paling kehilangan haknya akibat reformasi yang dilakukan Shah.

Hal ini terutama terjadi di Masyhad, dimana lembaga ulama mempunyai kepemilikan properti yang luas dan pengaruh yang sangat besar terhadap perekonomian lokal.

Ia dibesarkan dalam keluarga ulama dan mengenyam pendidikan agama. Pada 1975 ia ikut pendidikan di Qom, pusat intelektual Islam Syiah terkemuka, dan belajar di bawah bimbingan beberapa ulama paling terkemuka di Iran.

Baca juga: Prihatin Kecelakaan Helikopter Presiden Iran, China Siap Beri Dukungan dan Bantuan

Pada saat masyarakat Iran secara luas tidak puas dengan rezim Mohammad Reza Shah Pahlavi, banyak siswa di Qom yang mengikuti cita-cita revolusioner Ruhollah Khomeini, yang penafsirannya tentang vel?yat-e faq?h (perwalian para ahli hukum) berupaya untuk menjamin hak-hak ulama.

Raisi konon merupakan partisipan aktif dalam peristiwa tahun 1978–1979 yang mendorong Syah ke pengasingan dan membangun sistem pemerintahan berdasarkan visi Khomeini.

Jadi jaksa republik Islam

Setelah Revolusi Iran, republik Islam yang masih baru ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari loyalis Syah yang berpendidikan Barat, pembangkang sayap kiri sekuler, hingga perang habis-habisan dengan negara tetangga Irak.

Raisi mendedikasikan karirnya sejak awal untuk menegakkan rezim yang baru lahir melawan oposisi internal. Dia menjalani pelatihan administrasi dan segera bergabung dengan kantor kejaksaan di Masjed Soleym?n di barat daya Iran.

Pada tahun 1985 ia menjadi wakil jaksa di ibu kota negara, Teheran. Pada 1989-1994 ia menjabat sebagai jaksa di Iran hingga jadi jaksa agung pengadilan khusus untuk Klerus (2012-2021).

Di luar bidang peradilan, Raisi juga menjadi anggota Majelis Ahli (2007–2024), sebuah badan musyawarah yang bertugas mengganti rahbar jika jabatan tersebut kosong.

Baca juga: Helikopter Kepresidenan Iran Kecelakaan, Belum Diketahui Raisi Ada di Dalam

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com