Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Terjadi Setelah Presiden Iran Meninggal?

Kompas.com - 20/05/2024, 13:11 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

TEHERAN, KOMPAS.com - Sejumlah pihak pada Senin (20/5/2024) mengonfirmasi Presiden Iran Ebrahim Raisi meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter.

Lantas, apa yang akan terjadi setelah Presiden Iran tewas?

Kantor berita IRNA melaporkan, Pemerintah Iran telah menggelar pertemuan darurat menyusul kabar ditemukannya puing-puing helikopter yang membawa Presiden Raisi di wilayah terpencil di barat laut Iran.

Baca juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi Terkonfirmasi Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

Wakil Presiden Mohammad Mokhber adalah pejabat yang memimpin pertemuan darurat kabinet Iran tersebut pada Senin pagi.

Tidak dijelaskan lebih lanjut apa yang dibahas dalam pertemuan darurat tersebut.

Hanya, menurut pasal 131 Konstitusi Republik Islam Iran, apabila presiden meninggal dunia saat menjabat maka dengan konfirmasi dari Pemimpin Tertinggi Iran, wakil presiden pertama akan mengambil alih tugasnya.

Dewan yang terdiri dari wakil presiden pertama, ketua parlemen, dan kepala yudikatif kemudian dijadwalkan akan menggelar pemilihan umum untuk menentukan presiden baru maksimal 50 hari setelah presiden meninggal.

Raisi sendiri baru terpilih pada 2021 dan berdasarkan jadwal pemilihan presiden akan digelar pada 2025.

Terpisah, kantor berita AFP melaporkan, dalam sebuah pernyataan, Kabinet Iran menegaskan, bahwa Pemerintah akan terus beroperasi tanpa gangguan sedikit pun setelah kematian Raisi dalam kecelakaan helikopter.

“Kami meyakinkan bangsa yang setia bahwa pelayanan akan terus berlanjut dengan semangat Ayatollah Raisi yang tak kenal lelah. (Pekerjaan pemerintah akan terus berlanjut) tanpa gangguan sedikit pun," jelasnya.

Baca juga: Pejabat Iran: Ebrahim Raisi Tewas Usai Helikopternya Menabrak Puncak Pegunungan

Diberitakan sebelumnya, helikopter yang membawa Presiden Raisi dan delegasi pendampingnya jatuh pada Minggu (19/5/2024) di hutan Dizmar di Provinsi Azarbaijan Timur.

Tim pencarian dan penyelamatan menjelajahi daerah pegunungan dalam kabut tebal semalaman dan menemukan puing-puing pada Senin pagi.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian dan beberapa pejabat lainnya juga ikut serta dalam rombongan.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com