Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rusia Gencarkan Serangan Mematikan di Ukraina Selatan dan Utara

Kompas.com - 11/04/2024, 11:53 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

MOSKWA, KOMPAS.com - Pasukan Rusia melancarkan serangan mematikan terhadap sasaran yang sering terjadi di selatan dan utara Ukraina, di wilayah Kharkiv dan Odesa, menewaskan tujuh orang dan melukai lebih banyak lagi.

Di distrik Odesa di selatan, serangan rudal pada sore hari menewaskan empat orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun, dan melukai 14 lainnya, kata Gubernur daerah Oleh Kiper.

Menulis di aplikasi pesan Telegram, Kiper mengatakan empat orang yang terluka berada dalam kondisi serius dan para dokter berjuang untuk menyelamatkan nyawa, termasuk seorang pria diamputasi kakinya.

Baca juga: Biden Akan Hadiri KTT Perdamaian Perang Rusia-Ukraina di Swiss

Dilansir dari Reuters, di wilayah timur laut Kharkiv, yang menjadi sasaran serangan intensif Rusia terhadap kota-kota dan lokasi energi dalam beberapa pekan terakhir.

Serangan terhadap apotek menewaskan seorang gadis berusia 14 tahun dan dua wanita di desa Lyptsi, kata Gubernur wilayah Oleh Synehubov.

Dua orang terluka dan tim penyelamat menyisir puing-puing untuk mencari kemungkinan korban lainnya.

Dua bom berpemandu menghancurkan sebuah klinik di desa Vovchansk, melukai satu orang, kata Synehubov.

Secara terpisah, pasukan Rusia menjatuhkan bahan peledak ke sebuah bus, melukai seorang pria, menurut kementerian dalam negeri.

Di sisi perbatasan Rusia, Roman Starovoyt, gubernur wilayah Kursk, mengatakan tiga orang, dua di antaranya anak-anak, tewas dalam serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap sebuah mobil.

Di Odesa, Kiper mengatakan rudal, yang diduga merupakan rudal balistik Iskander-M, menyerang antara pukul 18.00 dan 18.30 (1500-1530 GMT) dan juga merusak infrastruktur transportasi, termasuk truk di dekatnya.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-776 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Peringatkan China | Zelensky Periksa Sekitar Kharkiv

“Orang-orang yang mengendarai mobil dan berjalan kaki hendak pulang ke rumah pada akhir hari kerja dan menjadi korban serangan ganda yang berbahaya,” kata militer Ukraina melalui Telegram.

Sebuah pompa bensin dihantam dan masih menyala hingga larut malam, katanya. Toko-toko, gudang dan gedung administrasi semuanya mengalami kerusakan.

Baca juga: Rusia Serang 80 Persen Pembangkit Listrik di Ukraina

Odesa, salah satu pelabuhan tersibuk di Ukraina, sering menjadi sasaran serangan Rusia dalam perang yang telah berlangsung selama 25 bulan tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

Global
Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Global
Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Global
Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Global
Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Global
Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Global
Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Global
Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

Global
Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Global
Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Global
Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Global
Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Global
Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com