Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Swiss Akan Jadi Tuan Rumah KTT Perdamaian Perang Rusia-Ukraina pada Juni 2024

Kompas.com - 11/04/2024, 09:18 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

BERN, KOMPAS.com - Pemerintah Swiss pada Rabu (10/4/2024) mengumumkan, akan menjadi tuan rumah konferensi perdamaian tingkat tinggi untuk perang Rusia-Ukraina pada pertengahan Juni 2024.

Konferensi ini dijadwalkan berlangsung di resor mewah Burgenstock, dekat pusat kota Lucerne, pada 15-16 Juni 2024 dan akan dipandu oleh Presiden Swiss Viola Amherd.

“Ini langkah pertama dalam proses menuju perdamaian abadi,” kata Amherd kepada wartawan di Bern, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Biden Akan Hadiri KTT Perdamaian Perang Rusia-Ukraina di Swiss

Rusia langsung mengecam rencana konferensi tersebut dan Amherd mengakui, "Kami tidak akan menandatangani rencana perdamaian pada konferensi ini," tetapi ia berharap akan ada konferensi kedua.

"Kami berharap dapat memulai prosesnya," ujar dia.

Rusia, yang menginvasi Ukraina pada Februari 2022 dan memberikan tekanan baru pada pasukan Ukraina, mengecam KTT itu sebagai bagian dari skema Partai Demokrat pimpinan Presiden AS Joe Biden menjelang pemilihan presiden tahun ini.

Baca juga:

“Partai Demokrat Amerika, yang membutuhkan foto dan video peristiwa yang mengindikasikan proyek ‘Ukraina’ mereka masih berjalan, berada di balik hal ini,” tulis kantor berita TASS mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Adapun Swiss berharap Rusia bisa ikut serta dalam perundingan selanjutnya.

Pemerintah Swiss saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berkunjung pada Januari 2024 mengatakan, mereka ingin menyelenggarakan konferensi perdamaian tahun ini.

Baca juga: Hari Ini Rusia Serang Ukraina Selatan, 3 Orang Tewas

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Global
AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

Global
Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Global
3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

Global
Ekuador Perang Lawan Geng Narkoba, 7 Provinsi Keadaan Darurat

Ekuador Perang Lawan Geng Narkoba, 7 Provinsi Keadaan Darurat

Global
[POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

[POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

Global
Ukraina Kembali Serang Perbatasan dan Wilayahnya yang Diduduki Rusia

Ukraina Kembali Serang Perbatasan dan Wilayahnya yang Diduduki Rusia

Global
Singapore Airlines Turbulensi, Ini Nomor Hotline bagi Keluarga Penumpang

Singapore Airlines Turbulensi, Ini Nomor Hotline bagi Keluarga Penumpang

Global
Rusia Pulangkan 6 Anak Pengungsi ke Ukraina Usai Dimediasi Qatar

Rusia Pulangkan 6 Anak Pengungsi ke Ukraina Usai Dimediasi Qatar

Global
Fisikawan Rusia yang Kembangkan Rudal Hipersonik Dihukum 14 Tahun

Fisikawan Rusia yang Kembangkan Rudal Hipersonik Dihukum 14 Tahun

Global
Misteri Area 51: Konspirasi dan Fakta di Balik Pangkalan Militer Tersembunyi AS

Misteri Area 51: Konspirasi dan Fakta di Balik Pangkalan Militer Tersembunyi AS

Global
Kepala Politik Hamas Ucap Duka Mendalam pada Pemimpin Tertinggi Iran

Kepala Politik Hamas Ucap Duka Mendalam pada Pemimpin Tertinggi Iran

Global
Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Global
Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Global
Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com