Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trump Diusulkan Jadi Nama Bandara di Ibu Kota AS

Kompas.com - 08/04/2024, 20:38 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Para pendukung mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (2/4/2024) mengusulkan bandara di ibu kota Washington DC berganti nama menjadi Bandara Internasional Trump.

Usulan ini diajukan sebagai tanda kekaguman mereka terhadap Trump, yang maju lagi ke pemilihan presiden atau pilpres AS 2024.

Saat ini ada dua bandara di Washington DC, yaitu bandara John Foster Dulles—dinamai dari nama menteri luar negeri pada 1950-an—dan bandara yang lebih kecil diambil dari nama mantan presiden Ronald Reagan.

Baca juga: Trump Bayar Uang Jaminan Rp 2,78 Triliun dalam Kasus Penipuan Sipil di New York

Anggota Kongres Guy Reschenthaler yang juga menjabat wakil ketua Partai Republik di DPR AS mengatakan, dia mengajukan rancangan undang-undang untuk mengubah nama bandara karena merasa Trump adalah presiden terbaik dalam hidupnya.

“Ketika jutaan pelancong domestik dan internasional terbang melalui bandara ini, tidak ada simbol kebebasan, kemakmuran, dan kekuatan yang lebih baik daripada mendengar ‘Selamat Datang di Bandara Internasional Trump’ saat mereka mendarat di tanah Amerika,” kata Reschenthaler, dikutip dari kantor berita AFP.

RUU tersebut setidaknya memiliki enam pendukung, tetapi diprediksi tak akan menjadi undang-undang karena dukungan Partai Republik di DPR tidak pasti dan Partai Demokrat menguasai Senat serta Gedung Putih.

Baca juga:

RUU tersebut juga mengharuskan perubahan nama secara hukum, peraturan, peta, dokumen, atau catatan resmi lainnya.

Wacana yang muncul tepat setelah Hari April Mop (tanggal 1) ini mendapat cemoohan dari para penentangnya.

"Dulles itu bandara tua dan jelek yang tidak ingin dilihat siapa pun. Jadi menurut saya ini penghormatan yang pantas," sindir anggota Kongres dari Partai Demokrat, Brendan Boyle.

Baca juga: 6 Kasus Pidana Trump yang Dihadapi Jelang Pilpres AS 2024

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

Global
Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Global
Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Global
Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Global
Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Global
Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Global
Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Global
Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

Global
Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Global
Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Global
Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Global
Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Global
Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com