Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Massa Israel Padati Tel Aviv Tuntut PM Netanyahu Mundur

Kompas.com - 07/04/2024, 04:33 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

TEL AVIV, KOMPAS.com - Ribuan warga Israel melakukan protes terhadap Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu pada Sabtu (6/4/2024), tepat ketika perang di Gaza mencapai usia setengah tahun.

Pihak penyelenggara mengatakan ada sekitar 100.000 orang yang ikut berkumpul di persimpangan jalan Tel Aviv yang telah dinamai sebagai "Lapangan Demokrasi" sejak digelar protes massal terhadap reformasi peradilan yang kontroversial pada tahun lalu.

Dengan meneriakkan "pemilu sekarang", para pengunjuk rasa menyerukan pengunduran diri Netanyahu.

Baca juga: Puluhan Ribu Warga Israel Unjuk Rasa Anti-pemerintah di Yerusalem, Terbesar Sejak Oktober

Unjuk rasa juga diadakan di kota-kota lain, dengan pemimpin oposisi Israel Yair Lapid ikut serta dalam unjuk rasa di Kfar Saba menjelang keberangkatannya untuk melakukan pembicaraan di Washington.

"Mereka (Pemerintahan Israel) tidak belajar apapun, mereka tidak berubah. Sampai kita mengirim mereka pulang, mereka tidak akan memberi negara ini kesempatan untuk maju," katanya dalam unjuk rasa tersebut, sebagaimana dikutip dari AFP.

Media Israel mengatakan bentrokan telah terjadi antara para pengunjuk rasa dan polisi pada unjuk rasa di Tel Aviv. Selang beberapa saat, polisi mengatakan seorang pengunjuk rasa telah ditangkap.

Kemudian, para pengunjuk rasa di Tel Aviv bergabung dengan keluarga para sandera Gaza dan para pendukung mereka.

Sebelumnya, Militer Israel mengeklaim tentara telah menemukan tubuh seorang sandera yang diculik oleh Hamas selama serangan 7 Oktober dan kemudian dibunuh dalam penahanan di Jalur Gaza.

Baca juga: Ribuan Orang Unjuk Rasa di London, Serukan Gencatan Senjata Palestina

Penemuan jasad Elad Katzir menambah jumlah jasad sandera yang berhasil dibawa pulang oleh tentara Israel dari Gaza selama perang.

Serangan Hamas mengakibatkan kematian 1.170 orang di Israel selatan, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, menurut angka-angka Israel.

Sementara itu, jumlah korban tewas akibat serangan Israel ke Gaza jauh lebih banyak.

Serangan balasan Israel terhadap Hamas telah menewaskan sedikitnya 33.137 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas.

Sekitar 250 warga Israel dan warga asing disandera oleh militan pada 7 Oktober.

Militer Israel mengatakan 129 orang masih ditahan di Gaza, termasuk 34 orang yang diduga tewas.

Para demonstran dilaporkan akan kembali turun ke jalan pada Minggu (7/4/2024) ini, dengan rencana unjuk rasa di Yerusalem.

Baca juga: PM Netanyahu Nyatakan Israel Kini Bertindak Melawan Iran

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Global
Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Global
China Mulai Latihan Perang di Sekitar Taiwan, Uji Kemampuan Rebut Kekuasaan

China Mulai Latihan Perang di Sekitar Taiwan, Uji Kemampuan Rebut Kekuasaan

Global
Motif Penembakan PM Slovakia Akhirnya Terungkap

Motif Penembakan PM Slovakia Akhirnya Terungkap

Global
Implikasi Geopolitik Timur Tengah Pasca-Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Implikasi Geopolitik Timur Tengah Pasca-Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Global
Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Global
Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Global
Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Global
Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Global
Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Global
Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Global
[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

Global
 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com