Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rusia Temukan Data Pro-Ukraina di Ponsel Tersangka Penyerangan Moskwa

Kompas.com - 05/04/2024, 15:44 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

MOSKWA, KOMPAS.com - Penyelidik Rusia temukan data pro-Ukraina dari salah satu tersangka penyerangan Moskwa di ponselnya.

Sebelumnya, ISIS telah berkali-kali mengaku bertanggung jawab atas serangan 22 Maret yang menewaskan lebih dari 140 orang.

Tetapi, Moskwa telah berulang kali mencoba menghubungkan Kyiv dan Barat dengan serangan tersebut, meskipun berulang kali dibantah.

Baca juga: Putin: Kelompok Radikal-Rezim Neo Nazi di Balik Penembakan Konser Moskwa

Ukraina dan negara-negara Barat menuduh Moskwa mencoba mengeksploitasi tragedi tersebut dengan menyatakan secara tidak langsung, tanpa memberikan bukti, bahwa Ukraina berada di balik serangan teror tersebut.

Orang-orang bersenjata yang mengenakan kamuflase menyerbu gedung Balai Kota Crocus di pinggiran kota Moskwa sebelum membakar gedung tersebut.

Belasan tersangka telah ditangkap termasuk empat penyerang, yang semuanya berasal dari negara Tajikistan di Asia Tengah.

Dikutip dari AFP pada Jumat (5/4/2024), penyelidik Rusia mengatakan pada hari Jumat mengenai data dari salah satu ponsel tersangka.

Yakni menunjukkan bahwa pada pagi hari 24 Februari 2024, peringatan kedua serangan militer Rusia di Ukraina, dia mencari foto Balai Kota Crocus dan mengirimkannya ke yang lain.

Dikatakan tersangka telah mengonfirmasi semua ini dalam pernyataannya.

Ada pertanyaan yang muncul mengenai validitas interogasi terhadap orang-orang yang ditangkap Moskwa, usai empat pria bersenjata diseret ke pengadilan Moskow dan telah diinterogasi.

Komite Investigasi Rusia juga mengatakan telah menemukan foto di ponsel sama yang menunjukkan pria berkamuflase memegang bendera Ukraina di depan bangunan yang hancur.

"Data ini mungkin menunjukkan adanya hubungan antara serangan itu dan konflik di Ukraina," kata Komite Investigasi Rusia.

Sementara Amerika Serikat mengatakan pihaknya telah secara terbuka dan pribadi memperingatkan Rusia pada awal Maret bahwa kelompok ekstremis merencanakan serangan terhadap gedung konser di Moskwa.

Pejabat intelijen AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media Amerika setelah pembantaian tersebut bahwa mereka telah memberi tahu Moskwa bahwa Balai Kota Crocus yang secara khusus direncanakan akan diserang oleh ISIS.

Baca juga: Rusia Ragu ISIS Serang Konser Moskwa: Pasti Ulah Ukraina Dibantu Barat

Rusia mengabaikan peringatan tersebut. Hanya tiga hari sebelum serangan itu, Presiden Vladimir Putin menuduh Washington melakukan pemerasan dan mencoba mengintimidasi Rusia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

Global
Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Global
Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Global
Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Global
Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Global
Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Global
Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Global
Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

Global
Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Global
Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Global
Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Global
Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Global
Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com