Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Thailand Kian Dekat Akui Pernikahan Sesama Jenis, Senat Loloskan RUU di Pemungutan Suara Pertama

Kompas.com - 02/04/2024, 15:24 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

BANGKOK, KOMPAS.com - Senat Thailand meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang memberikan pengesahan hukum untuk pernikahan sesama jenis dalam pemungutan suara pertama, Selasa (2/4/2023).

Hasil itu pun membawa "Negeri Gajah Putih" selangkah lebih dekat untuk menjadi negara Asia Tenggara pertama yang mengakui pernikahan sesama jenis

Thailand telah lama memiliki reputasi internasional dalam hal toleransi terhadap komunitas LGBTQ, namun para aktivis telah berjuang selama beberapa dekade untuk melawan sikap dan nilai-nilai konservatif.

Baca juga: Thailand Menuju Pelegalan Pernikahan Sesama Jenis

Sebelumnya, Majelis Rendah Parlemen Thailand pada pekan lalu dengan mudah mengesahkan RUU tersebut.

Kali ini RUU telah berpindah ke senat yang dipilih tidak melalui proses pemilu.

Senat Thailand didominasi oleh orang-orang konservatif yang ditunjuk oleh junta terakhir.

"Para senator memilih untuk meloloskan RUU tersebut dengan 147 setuju, empat menentang dan tujuh abstain," ujar Wakil Presiden Senat Thailand Singsuk Singpai, sebagaimana dikutip dari AFP.

Para senator telah memperdebatkan RUU itu, yang akan mengubah referensi untuk "pria", "perempuan", "suami", dan "istri" dalam undang-undang pernikahan menjadi istilah netral gender.

RUU tersebut sekarang akan diteruskan ke komite untuk dipertimbangkan lebih lanjut.

Senat tidak dapat menolak perubahan yang diusulkan oleh komite, namun dapat mengirim kembali RUU tersebut ke majelis rendah parlemen untuk diperdebatkan lebih lanjut selama 180 hari.

RUU ini akan kembali untuk dua kali pemungutan suara senat, dengan pemungutan suara berikutnya mungkin akan digelar sebelum Juli.

Baca juga: Berefek Buruk, Budaya Ganja Bebas di Thailand Akan Dilarang Kembali

Aktivis LGBTQ dan perwakilan dari RUU tersebut, Chanya Rattanathada, berterima kasih kepada parlemen Thailand menjelang pemungutan suara pengesahan RUU pernikahan sesama jenis di Senat.

"Dunia menyaksikan, dan saya berterima kasih kepada semua orang yang telah mewujudkannya," ucapnya.

Perdana Menteri Srettha Thavisin menyambut keputusan parlemen Thailand yang menyetujui RUU pernikahan sesama jenis pada pekan lalu dengan suara telak 399-10.

"Pengesahan (undang-undang ini) di parlemen hari ini adalah momen yang membanggakan bagi masyarakat Thailand yang akan berjalan bersama menuju kesetaraan sosial dan menghargai perbedaan," tulisnya di platform media sosial X kala itu.

Di Asia, hanya Taiwan dan Nepal yang telah mengakui pernikahan sesama jenis.

Pada tahun lalu, pengadilan tertinggi India menunda keputusan tersebut ke parlemen, dan pengadilan tertinggi Hong Kong berhenti sesaat sebelum memberikan hak pernikahan secara penuh.

Baca juga: 10 Juta Warga Thailand Harus Dirawat akibat Polusi pada 2023

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Spanyol dan Norwegia Resmi Akui Negara Palestina, Irlandia Segera Menyusul

Spanyol dan Norwegia Resmi Akui Negara Palestina, Irlandia Segera Menyusul

Global
Influencer Pendidikan China Terlampau Disiplin, Pendekatan Belajarnya Picu Kontroversi

Influencer Pendidikan China Terlampau Disiplin, Pendekatan Belajarnya Picu Kontroversi

Global
Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ini Kondisi Terkini Mike Tyson

Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ini Kondisi Terkini Mike Tyson

Global
Kata Biden soal Serangan Israel ke Rafah yang Bakar Hidup-hidup Pengungsi di Tenda

Kata Biden soal Serangan Israel ke Rafah yang Bakar Hidup-hidup Pengungsi di Tenda

Global
Sejumlah 'Influencer' Kaya Raya di China Hilang dari Media Sosial, Ada Apa?

Sejumlah "Influencer" Kaya Raya di China Hilang dari Media Sosial, Ada Apa?

Global
Uni Eropa: Ukraina Berhak Pakai Senjata Barat untuk Serang Rusia

Uni Eropa: Ukraina Berhak Pakai Senjata Barat untuk Serang Rusia

Global
Suhu di Pakistan Melebihi 52 Derajat Celcius Saat Gelombang Panas

Suhu di Pakistan Melebihi 52 Derajat Celcius Saat Gelombang Panas

Global
Mengapa Irlandia Jadi Negara Eropa Paling Pro-Palestina?

Mengapa Irlandia Jadi Negara Eropa Paling Pro-Palestina?

Global
PM Spanyol: Mengakui Negara Palestina Penting untuk Capai Perdamaian

PM Spanyol: Mengakui Negara Palestina Penting untuk Capai Perdamaian

Global
Dinamika Geopolitik Timur Tengah: ICC Ingin Tangkap Netanyahu

Dinamika Geopolitik Timur Tengah: ICC Ingin Tangkap Netanyahu

Global
Apa Itu Koridor Philadelphia di Gaza, Mengapa Sangat Diinginkan Israel?

Apa Itu Koridor Philadelphia di Gaza, Mengapa Sangat Diinginkan Israel?

Internasional
Demo Pro-Palestina di Paris, 10.000 Orang Protes Serangan Israel ke Rafah

Demo Pro-Palestina di Paris, 10.000 Orang Protes Serangan Israel ke Rafah

Global
Jaring Penghalang Pemandangan Gunung Fuji Jepang Dibolongi Orang

Jaring Penghalang Pemandangan Gunung Fuji Jepang Dibolongi Orang

Global
Jaksa Agung Peru Tuduh Presiden Terima Suap Berupa Jam Tangan

Jaksa Agung Peru Tuduh Presiden Terima Suap Berupa Jam Tangan

Global
Rangkuman Hari Ke-824 Serangan Rusia ke Ukraina: Terkait Pembicaraan Damai | Serangan Rusia, 3 Tewas

Rangkuman Hari Ke-824 Serangan Rusia ke Ukraina: Terkait Pembicaraan Damai | Serangan Rusia, 3 Tewas

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com