Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Tarik Pasukan dari RS Al-Shifa Gaza, Puluhan Mayat Ditemukan...

Kompas.com - 01/04/2024, 17:45 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

GAZA, KOMPAS.com - Isreal akhirnya menarik pasukannya dari kompleks RS Al-Shifa di Kota Gaza pada Senin (1/4/2024).

Israel telah melakukan penyerbuan selama dua pekan terakhir di dan sekitar rumah sakit terbesar di Gaza tersebut.

“Pasukan telah menyelesaikan aktivitas operasional tepat di area Rumah Sakit Shifa dan keluar dari area rumah sakit,” kata Militer Israel, sebagaimana dikutip dari AFP.

Baca juga: 2 Minggu Serang RS Al-Shifa, Israel Klaim Temukan Senjata dan Dokumen Intelijen

Sayangnya, penyerbuan Israel di RS Al-Shifa telah menimbulkan korban jiwa.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza pada Senin mengatakan, puluhan mayat telah ditemukan di kompleks RS Al-Shifa.

Para saksi mata mengatakan puluhan serangan udara dan peluru telah menghantam area di sekitar kompleks tersebut.

Kantor media pemerintah Hamas mengatakan bahwa serangan udara Israel telah memberikan perlindungan bagi kendaraan-kendaraan yang mundur.

Tentara Israel meluncurkan operasinya di RS Al-Shifa pada 18 Maret dan menggambarkannya sebagai operasi "tepat" yang menargetkan para militan Hamas yang dituduhnya beroperasi dari kompleks tersebut.

Sebelumnya, dikatakan bahwa 200 militan telah terbunuh dalam pertempuran di dalam dan sekitar Al-Shifa.

Militer Israel juga telah merilis rekaman yang diklaim menunjukkan senjata dan uang yang disita dari rumah sakit yang telah digunakan oleh Hamas dan kelompok militan lainnya, Jihad Islam.

Hamas telah membantah beroperasi dari Al-Shifa dan fasilitas kesehatan lainnya.

Baca juga: Hari Ini Tank Israel Mundur dari RS Al-Shifa

"Puluhan mayat, beberapa di antaranya sudah membusuk, telah ditemukan dari dalam dan sekitar kompleks medis Al-Shifa," kata Kementerian Kesehatan di Gaza dalam sebuah pernyataan.

Kementerian itu mengungkapkan, Militer Israel telah menarik diri dari kompleks medis Al-Shifa setelah membakar bangunan-bangunan kompleks dan membuatnya tidak berfungsi sama sekali.

"Skala kehancuran di dalam kompleks dan bangunan-bangunan di sekitarnya sangat besar," jelas mereka.

Seorang wartawan AFP yang berada di lokasi kejadian mengatakan beberapa bangunan di dalam kompleks tersebut telah rusak, dengan beberapa area menunjukkan kerusakan akibat kebakaran.

Seorang dokter menyebut, lebih dari 20 mayat telah ditemukan dan beberapa di antaranya tertimpa reruntuhan akibat tertimpa kendaraan.

Dengan ratusan ribu warga Gaza yang mengungsi akibat perang, ratusan orang telah mencari perlindungan di kompleks RS Al-Shifa sebelum operasi tersebut.

Pasukan Israel pertama kali menyerbu Al-Shifa pada November lalu, lalu mengulanginya pada bulan ini.

Baca juga: Warga Gaza Kini Terjebak dalam Penggerebekan di Sekitar RS Al-Shifa

Serangan Israel sendiri total telah menewaskan sedikitnya 32.782 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Spanyol Tolak Kapal Bawa 27 Ton Bahan Peledak | Pasokan Medis Tak Bisa Masuk Gaza

[POPULER GLOBAL] Spanyol Tolak Kapal Bawa 27 Ton Bahan Peledak | Pasokan Medis Tak Bisa Masuk Gaza

Global
WHO: Tak Ada Pasokan Medis Masuk ke Gaza Selama 10 Hari

WHO: Tak Ada Pasokan Medis Masuk ke Gaza Selama 10 Hari

Global
PM Slovakia Jalani Operasi Baru, Kondisinya Masih Cukup Serius

PM Slovakia Jalani Operasi Baru, Kondisinya Masih Cukup Serius

Global
Warga Sipil Israel Kembali Berulah, Truk Bantuan di Tepi Barat Dibakar

Warga Sipil Israel Kembali Berulah, Truk Bantuan di Tepi Barat Dibakar

Global
13 Negara Ini Desak Israel agar Menahan Diri dari Invasinya ke Rafah

13 Negara Ini Desak Israel agar Menahan Diri dari Invasinya ke Rafah

Global
Kera Tergemuk di Thailand Mati karena Sering Diberi Permen dan Minuman Manis

Kera Tergemuk di Thailand Mati karena Sering Diberi Permen dan Minuman Manis

Global
Israel: Kasus Genosida di Pengadilan PBB Tak Sesuai Kenyataan

Israel: Kasus Genosida di Pengadilan PBB Tak Sesuai Kenyataan

Global
Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Internasional
Korut Tembakkan Rudal Balistik Tak Dikenal, Ini Alasannya

Korut Tembakkan Rudal Balistik Tak Dikenal, Ini Alasannya

Global
Siapa 'Si Lalat' Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Siapa "Si Lalat" Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Internasional
Tekno-Nasionalisme Xi Jinping dan Dampaknya pada Industri Global

Tekno-Nasionalisme Xi Jinping dan Dampaknya pada Industri Global

Global
2 Polisi Malaysia Tewas Ditembak dan Diserang, Pelaku Disebut Terafiliasi Jemaah Islamiyah

2 Polisi Malaysia Tewas Ditembak dan Diserang, Pelaku Disebut Terafiliasi Jemaah Islamiyah

Global
AS Sebut Dermaga Terapungnya Mulai Dipakai untuk Kirim Bantuan ke Gaza

AS Sebut Dermaga Terapungnya Mulai Dipakai untuk Kirim Bantuan ke Gaza

Global
Suara Tembakan di Dekat Kedutaan Israel, Polisi Swedia Menahan Beberapa Orang

Suara Tembakan di Dekat Kedutaan Israel, Polisi Swedia Menahan Beberapa Orang

Global
Kharkiv Jadi Kota Kedua Ukraina yang Sering Diserang Drone Rusia

Kharkiv Jadi Kota Kedua Ukraina yang Sering Diserang Drone Rusia

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com