Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korea Utara Mengecam Keras Latihan Militer Korea Selatan-AS

Kompas.com - 05/03/2024, 11:16 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengecam keras latihan militer yang diadakan oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat, sembari memperingatkan akan konsekuensinya.

Kementerian Pertahanan Korea Utara menekankan perlunya menghentikan latihan tersebut, yang dianggap sebagai tindakan yang memicu ketegangan di wilayah tersebut.

Dalam serangkaian pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Pyongyang yang tidak disebutkan namanya, Korea Utara menyatakan penolakannya terhadap latihan militer tersebut.

Baca juga: Pasang Surut Hubungan Rusia dan Korea Utara

Dilansir dari Reuters, mereka menilai latihan tersebut sebagai tindakan panik dan sembrono yang bertujuan untuk menyerang Korea Utara, bukan sebagai langkah defensif.

Latihan militer yang dimaksud adalah latihan musim semi tahunan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, yang kali ini melibatkan jumlah pasukan dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Korea Utara menilai peningkatan skala latihan dan partisipasi 11 negara anggota Komando PBB sebagai ancaman yang serius.

"Dalam situasi seperti ini, percikan api kecil pun bisa memicu perang nuklir," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara dalam pernyataannya yang dikutip oleh KCNA.

Mereka mengingatkan bahwa tindakan agresif semacam ini dapat membawa konsekuensi serius bagi kedua negara tersebut.

Amerika Serikat dan Korea Selatan diingatkan akan "membayar harga yang mahal" atas keputusan mereka yang dianggap salah oleh Korea Utara. Pyongyang bersumpah untuk melakukan segala upaya guna mengendalikan situasi keamanan yang semakin tidak stabil di wilayah tersebut.

Latihan militer yang disebut "Freedom Shield" ini berlangsung hingga tanggal 14 Maret, sejalan dengan upaya Korea Utara dalam mengembangkan kemampuan nuklirnya melalui uji coba rudal dan senjata lainnya.

Baca juga: Rudal Korea Utara yang Ditemukan di Ukraina Berisi Komponen dari AS dan Eropa

Latihan ini dirancang untuk menetralisir ancaman nuklir Korea Utara, termasuk dengan mengidentifikasi dan menyerang rudal jelajah yang dianggap sebagai ancaman serius.

Namun, Pyongyang menanggapinya dengan kemarahan dan menyebutnya sebagai latihan perang nuklir. Sementara itu, Seoul dan Washington mempertahankan bahwa latihan tersebut bersifat defensif dan merupakan respons terhadap ancaman yang terus berkembang dari Korea Utara.

Baca juga: AS Dukung Jepang Lakukan Pembicaraan dengan Korea Utara

Situasi di Semenanjung Korea terus memanas seiring dengan saling tuding antara kedua belah pihak. Masyarakat internasional pun mengawasi perkembangan terbaru ini dengan cemas, sementara berharap agar ketegangan dapat diselesaikan dengan cara damai dan diplomatis.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com