Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Presiden Ukraina Desak Sekutunya Bantu Sistem Pertahanan Udara

Kompas.com - 02/03/2024, 19:17 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

KYIV, KOMPAS.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (2/3/2024) mendesak sekutunya atau negara-negara Barat untuk memberikan bantuan lebih banyak pada sistem pertahanan udara.

Pasalnya, serangan terbaru Rusia menewaskan sedikitnya enam orang Ukraina. Paling banyak korban diakibatkan oleh serangan udara Rusia.

Serangan udara semalam telah merenggut empat nyawa di kota pelabuhan selatan Odesa, termasuk seorang anak berusia tiga tahun.

Baca juga: Presiden Perancis: Seperti Ini Langkah Baru Dukungan ke Ukraina

Sementara penembakan menewaskan satu orang di wilayah Kharkiv dekat perbatasan Rusia dan satu lagi di wilayah garis depan selatan Kherson, kata para pejabat Ukraina.

"Rusia terus menyerang warga sipil," kata Zelensky dalam sebuah postingan di media sosial, dikutip dari AFP pada Sabtu.

"Kami membutuhkan lebih banyak pertahanan udara dari mitra kami. Kami perlu memperkuat perisai udara Ukraina untuk menambah perlindungan bagi rakyat kami dari teror Rusia," terangnya.

Dengan adanya bantuan yang lebih banyak pada sistem pertahanan udara dan rudal untuk sistem pertahanan udara, maka dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Ukraina saat ini berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dalam perang yang telah berlangsung selama dua tahun karena ditundanya paket bantuan senilai $60 miliar yang diajukan ke kongres Amerika Serikat.

"Sebuah gedung sembilan lantai hancur akibat serangan Rusia di Odesa," kata Menteri Dalam Negeri Igor Klymenko pada hari Sabtu dalam sebuah postingan di Telegram.

Serangan itu menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak, dengan delapan orang terluka dan lainnya masih belum ditemukan.

Rekaman yang dibagikan dari tempat kejadian menunjukkan beberapa lantai sebuah bangunan tempat tinggal, runtuh.

Baca juga: Kekurangan Amunisi, Tentara Ukraina Mundur dari Desa Dekat Avdiivka

"Di Kharkiv, seorang pria berusia 76 tahun tewas dalam serangan penembakan tak lama setelah tengah malam," kata gubernur regional Oleg Synegubov.

Sementara penembakan di garis depan wilayah Kherson pada Sabtu pagi menewaskan satu orang lagi, kata kepala provinsi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Terkini Lainnya

Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Global
Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Global
UPDATE Penikaman Massal di Mal Sydney: Korban Tewas Jadi 7 Orang, WNI Diimbau Hindari Keramaian 

UPDATE Penikaman Massal di Mal Sydney: Korban Tewas Jadi 7 Orang, WNI Diimbau Hindari Keramaian 

Global
Google Blokir Tautan Outlet Berita California dari Hasil Pencarian

Google Blokir Tautan Outlet Berita California dari Hasil Pencarian

Global
Kronologi dan Cerita Saksi Mata Penikaman Massal di Mal Sydney yang Tewaskan 5 Orang

Kronologi dan Cerita Saksi Mata Penikaman Massal di Mal Sydney yang Tewaskan 5 Orang

Global
Penikaman Massal di Mal Sydney, 5 Orang Tewas, Pelaku Ditembak Mati

Penikaman Massal di Mal Sydney, 5 Orang Tewas, Pelaku Ditembak Mati

Global
Meksiko Beri Peringatan Pascatemuan 'Obat Zombie' di Kota Perbatasan

Meksiko Beri Peringatan Pascatemuan "Obat Zombie" di Kota Perbatasan

Global
Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...

Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...

Global
Sejumlah Maskapai Penerbangan Putuskan Hindari Wilayah Udara Iran, Apa Alasannya?

Sejumlah Maskapai Penerbangan Putuskan Hindari Wilayah Udara Iran, Apa Alasannya?

Global
Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Global
Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Global
Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Global
Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Global
Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Global
Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com