Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Orang Tewas akibat Salju Lebat dan Badai di Afghanistan

Kompas.com - 02/03/2024, 15:22 WIB
Albertus Adit

Penulis

KABUL, KOMPAS.com - Hujan salju lebat dan badai di Afghanistan menewaskan sembilan orang dan dua lainnya terluka pada Jumat (1/3/2024).

Cuaca buruk dan suhu di bawah nol derajat itu telah melanda provinsi-provinsi mulai dari Afghanistan utara hingga bagian selatan negara itu.

"Akibat cuaca dingin dan hujan di Kandahar, Helmand, Badghis, Sar-e-Pol, Badakhshan dan Jawzjan, sembilan orang tewas dan dua lainnya luka-luka," kata Janan Saiq, juru bicara kementerian negara yang dipimpin Taliban dikutip dari The Independent pada Sabtu (2/3/2024).

Baca juga: Situs Arkeologi Afghanistan dari Tahun 1000 SM Dijarah di Bawah Pemerintahan Taliban

Dijelaskan bahwa cuaca ekstrem tersebut telah menghancurkan rumah warga dan hewan ternak, sehingga banyak hewan ternak yang mati.

Gambar yang dibagikan oleh jurnalis Afghanistan di pengasingan Bilal Sarwary menunjukkan hujan salju ekstrem di Afghanistan barat menyebabkan penduduk setempat kehilangan ternaknya.

"Salju sering kali dipandang sebagai berkah, tetapi tidak di sini bagi pria Afghanistan yang kehilangan seluruh kawanan dombanya di provinsi Badghis, jauh di Afghanistan barat," katanya di media sosial X.

Beberapa ruas jalan raya dilanda hujan salju dan badai sehingga mengakibatkan blokade bagi pergerakan lalu lintas.

Laporan tersebut menambahkan bahwa beberapa jalan penting seperti jalan raya Kabul-Herat, Salang Pass dan Haji Gak Pass di Bamiyan telah ditutup untuk lalu lintas.

Hujan salju ekstrem di negara itu terjadi tak lama setelah puluhan gempa bumi di provinsi Herat menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan beberapa orang kehilangan tempat tinggal.

Afghanistan juga terguncang oleh upaya deportasi massal dari Pakistan pada Oktober dan November tahun lalu.

Hingga mengakibatkan jutaan penduduk setempat dipaksa keluar dari negara tetangganya dan kembali ke rezim pimpinan Taliban.

Baca juga: Taliban Larang Perempuan Kerja di TV jika Tak Tutupi Wajahnya

Sementara itu, di sebagian besar provinsi kemungkinan akan mengalami hujan salju lebat, hujan lebat dan banjir serta badai selama dua hari ke depan.

Hal itu diungkapkan Departemen Meteorologi Afghanistan dari Kementerian Transportasi dan Penerbangan Sipil.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-791 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Baru AS | Kiriman Rudal ATACMS

Rangkuman Hari Ke-791 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Baru AS | Kiriman Rudal ATACMS

Global
AS Diam-diam Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina, Bisa Tempuh 300 Km

AS Diam-diam Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina, Bisa Tempuh 300 Km

Global
[POPULER GLOBAL] Demo Perang Gaza di Kampus Elite AS | Israel Tingkatkan Serangan

[POPULER GLOBAL] Demo Perang Gaza di Kampus Elite AS | Israel Tingkatkan Serangan

Global
Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Global
Israel Serang Lebanon Selatan, Sasar 40 Target Hezbollah

Israel Serang Lebanon Selatan, Sasar 40 Target Hezbollah

Global
Situs Web Ini Tawarkan Kerja Sampingan Nonton Semua Film Star Wars, Gaji Rp 16 Juta

Situs Web Ini Tawarkan Kerja Sampingan Nonton Semua Film Star Wars, Gaji Rp 16 Juta

Global
Wanita Ini Didiagnosis Mengidap 'Otak Cinta' Setelah Menelepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Wanita Ini Didiagnosis Mengidap "Otak Cinta" Setelah Menelepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Global
Kakarratul, Tikus Tanah Buta yang Langka, Ditemukan di Pedalaman Australia

Kakarratul, Tikus Tanah Buta yang Langka, Ditemukan di Pedalaman Australia

Global
Kisah Truong My Lan, Miliarder Vietnam yang Divonis Hukuman Mati atas Kasus Penipuan Bank Terbesar

Kisah Truong My Lan, Miliarder Vietnam yang Divonis Hukuman Mati atas Kasus Penipuan Bank Terbesar

Global
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditahan Terkait Skandal Korupsi

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditahan Terkait Skandal Korupsi

Global
Olimpiade Paris 2024, Aturan Berpakaian Atlet Perancis Berbeda dengan Negara Lain

Olimpiade Paris 2024, Aturan Berpakaian Atlet Perancis Berbeda dengan Negara Lain

Global
Adik Kim Jong Un: Kami Akan Membangun Kekuatan Militer Luar Biasa

Adik Kim Jong Un: Kami Akan Membangun Kekuatan Militer Luar Biasa

Global
Bandung-Melbourne Teken Kerja Sama di 5 Bidang

Bandung-Melbourne Teken Kerja Sama di 5 Bidang

Global
Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Dilaporkan Kena Sanksi AS

Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Dilaporkan Kena Sanksi AS

Global
Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com