Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Akan Utus Perwakilan Khusus untuk ke Rusia dan Ukraina

Kompas.com - 28/02/2024, 16:42 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

BEIJING, KOMPAS.com - Beijing akan mengirim utusan khusus China untuk Eurasia, Li Hui, guna mengunjungi Rusia, Ukraina, dan markas besar Uni Eropa pekan ini.

Kementerian Luar Negeri China pada Rabu (28/2/2024) mengatakan, pengutusan ini dilakukan untuk menggelar pembicaraan antara Rusia dan Ukraina ketika perang sudah berlangsung lebih dari dua tahun.

Disebutkan juga bahwa Li akan ke Perancis, Jerman, dan Polandia.

Baca juga: AS Tegaskan Tak Akan Kirim Pasukan ke Ukraina untuk Lawan Rusia, Mengapa?

Li tahun lalu terbang ke Eropa untuk menengahi perang Rusia-Ukraina dengan mengadakan pembicaraan di Moskwa, Kyiv, dan sejumlah ibu kota Eropa.

China mengaku sebagi pihak netral dalam perang tersebut, tetapi kerap dikritik karena menolak mengecam invasi Rusia.

Tahun lalu, China merilis makalah berisi penyelesaian politis terhadap konflik itu, yang menurut negara-negara Barat dapat membuat Rusia mempertahankan sebagian besar wilayah yang direbut dari Ukraina.

Adapun China pada Rabu (28/2/2024) mengatakan, “Hal paling mendesak saat ini adalah memulihkan perdamaian.”

“Dalam dua tahun terakhir, kami tidak pernah menyerah memajukan perdamaian dan tidak pernah berhenti mendorong perundingan,” kata juru bicara Kemenlu China Mao Ning, dikutip dari kantor berita AFP.

“Semua yang kami lakukan mengarah ke satu tujuan, yaitu membangun konsensus untuk mengakhiri perang dan membuka jalan bagi perundingan damai,” lanjutnya.

Baca juga:

China dan Rusia beberapa tahun terakhir meningkatkan kerja sama ekonomi dan kontak diplomatik. Kemitraan strategis mereka semakin erat sejak invasi pasukan Moskwa ke Ukraina.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT di Moskwa tahun lalu menyatakan, hubungan kedua negara memasuki era baru.

Kemudian, di Rusia pekan ini, Wakil Menteri Luar Negeri China Sun Weidong menyatakan bahwa hubungan kedua negara berada pada periode terbaik dalam sejarah.

Menurut para analis, China memegang kendali dalam hubungan dengan Rusia dan pengaruhnya semakin besar seiring mendalamnya isolasi internasional terhadap Moskwa.

Baca juga: Kisah Hroza, Desa yang Dihuni Anak-anak Yatim Piatu Ukraina

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com