Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rencana Pembentukan Pemerintahan Baru Palestina, Siapa Saja yang Dilibatkan?

Kompas.com - 28/02/2024, 15:00 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

YERUSALEM, KOMPAS.com - Pembentukan pemerintahan teknokratis baru Palestina akan dibantu oleh Qatar dan Mesir dan melibatkan konsultasi dengan semua faksi politik Palestina, termasuk Hamas.

Ini disampaikan duta besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot.

Langkah ini tampaknya merupakan bagian dari upaya untuk menunjukkan bahwa pemerintah sementara Palestina yang direformasi dan memiliki akar di semua gerakan Palestina siap untuk mengambil alih pemerintahan di Gaza dan Tepi Barat segera setelah gencatan senjata.

Baca juga: Mengenal Mahkamah Internasional dan Mahkamah Pidana Internasional serta Perannya Dalam Konflik Israel-Palestina

Dilansir dari Guardian, Zomlot menekankan bahwa Hamas tidak akan memiliki anggota dalam pemerintahan teknokratis yang baru.

Namun, fakta bahwa Hamas akan diajak berkonsultasi menunjukkan bahwa upaya-upaya sedang dilakukan untuk melihat apakah persatuan Palestina antara Hamas dan Fatah dapat dicapai.

Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, dan pemerintahannya mengundurkan diri secara massal pada Senin (26/2/2024), menegaskan bahwa upaya-upaya reformasi internal yang dilakukan baru-baru ini tidak cukup luas.

Kedua faksi telah terpecah sejak Hamas mengusir gerakan Fatah dari Gaza pada tahun 2007.

Zomlot menekankan bahwa ini akan menjadi pemerintahan yang murni teknokratis tanpa faksi-faksi.

"Ini dirancang untuk menyatukan Palestina, geografi dan pemerintahan mereka," ujarnya.

"Lanskap politik telah berubah. Ini adalah waktu untuk mendengarkan rakyat kami, dan bukan waktu untuk faksi-faksi politik. Kami memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pemerintahan yang dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya, menyatukan rakyat dan sistem politik kami. Tugas pemerintah adalah untuk memberikan dukungan kemanusiaan dan mempersiapkan pemilihan umum, serta reformasi ekonomi," tambahnya.

Baca juga: Kronologi Tewasnya Aaron Bushnell, Prajurit AS yang Bakar Diri Sambil Berteriak Bebaskan Palestina

Pembicaraan mengenai hubungan antara kedua faksi akan dimulai minggu ini di Moskwa.

Zomlot mengatakan bahwa ia berharap pemerintahan teknokratis ini akan diikuti oleh pemilihan parlemen dan presiden Palestina, setelah luka-luka perang sembuh.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Israel Perang Saat Ramadhan, Konflik Meluas | PM Palestina Mundur

Ia tidak menetapkan waktu yang tepat untuk ambisi ini, tetapi mengatakan bahwa hal itu akan terjadi dalam hitungan bulan, bukan tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com