Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Siapkan Ratusan Sanksi untuk Rusia, Targetkan 500 Entitas

Kompas.com - 24/02/2024, 07:06 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat memberlakukan sanksi besar terhadap Rusia, menargetkan lebih dari 500 orang dan entitas.

Ini dilakukan saat invasi Moskwa ke Ukraina memasuki tahun kedua.

AS juga berlakukan sanksi sebagai pembalasan atas kematian pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny.

Baca juga: Perjalanan Turis Rusia 4 Hari Kunjungi Korut, Serba Ganjil dan Kaku

Dilansir dari Reuters, Presiden Joe Biden mengatakan langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memastikan Presiden Rusia Vladimir Putin membayar harga yang lebih mahal atas agresinya di luar negeri dan penindasan di dalam negeri.

Sanksi tersebut menargetkan sistem pembayaran Mir Rusia, lembaga keuangan dan basis industri militernya, penghindaran sanksi, produksi energi di masa depan, dan bidang lainnya.

Mereka juga menyasar petugas penjara yang menurut AS terkait dengan kematian Navalny.

“Tidakkah Washington menyadari bahwa sanksi tidak akan menjatuhkan kita?” kata Duta Besar Rusia untuk Washington, Anatoly Antonov, seperti dikutip di saluran kedutaan besarnya di aplikasi pesan Telegram.

Amerika Serikat juga menjatuhkan sanksi terhadap kelompok kapal tanker terkemuka Rusia, Sovcomflot, dengan tuduhan terlibat dalam pelanggaran batasan harga minyak Rusia yang ditetapkan G7.

Yang juga menjadi sasaran adalah 14 kapal tanker minyak mentah yang menjadi kepentingan mereka.

“Sovcomflot secara keseluruhan, sebagai perusahaan induk, telah terlibat dalam pelanggaran batasan harga selain aktivitas penipuan,” kata seorang pejabat senior Kementerian Keuangan.

Baca juga: Komponen Rudal Korut untuk Rusia Ternyata Berasal dari Perusahaan AS

Pemerintahan Biden berusaha untuk terus mendukung Ukraina ketika negara tersebut menghadapi kekurangan amunisi yang akut.

Ini dilakukan dengan persetujuan lebih banyak bantuan militer AS yang tertunda selama berbulan-bulan di Kongres AS.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-729 Serangan Rusia ke Ukraina: Niat Putin Mendominasi Ukraina | Sanksi Baru Uni Eropa

Uni Eropa, Inggris dan Kanada juga mengambil tindakan terhadap Rusia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-791 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Baru AS | Kiriman Rudal ATACMS

Rangkuman Hari Ke-791 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Baru AS | Kiriman Rudal ATACMS

Global
AS Diam-diam Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina, Bisa Tempuh 300 Km

AS Diam-diam Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina, Bisa Tempuh 300 Km

Global
[POPULER GLOBAL] Demo Perang Gaza di Kampus Elite AS | Israel Tingkatkan Serangan

[POPULER GLOBAL] Demo Perang Gaza di Kampus Elite AS | Israel Tingkatkan Serangan

Global
Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Global
Israel Serang Lebanon Selatan, Sasar 40 Target Hezbollah

Israel Serang Lebanon Selatan, Sasar 40 Target Hezbollah

Global
Situs Web Ini Tawarkan Kerja Sampingan Nonton Semua Film Star Wars, Gaji Rp 16 Juta

Situs Web Ini Tawarkan Kerja Sampingan Nonton Semua Film Star Wars, Gaji Rp 16 Juta

Global
Wanita Ini Didiagnosis Mengidap 'Otak Cinta' Setelah Menelepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Wanita Ini Didiagnosis Mengidap "Otak Cinta" Setelah Menelepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Global
Kakarratul, Tikus Tanah Buta yang Langka, Ditemukan di Pedalaman Australia

Kakarratul, Tikus Tanah Buta yang Langka, Ditemukan di Pedalaman Australia

Global
Kisah Truong My Lan, Miliarder Vietnam yang Divonis Hukuman Mati atas Kasus Penipuan Bank Terbesar

Kisah Truong My Lan, Miliarder Vietnam yang Divonis Hukuman Mati atas Kasus Penipuan Bank Terbesar

Global
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditahan Terkait Skandal Korupsi

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditahan Terkait Skandal Korupsi

Global
Olimpiade Paris 2024, Aturan Berpakaian Atlet Perancis Berbeda dengan Negara Lain

Olimpiade Paris 2024, Aturan Berpakaian Atlet Perancis Berbeda dengan Negara Lain

Global
Adik Kim Jong Un: Kami Akan Membangun Kekuatan Militer Luar Biasa

Adik Kim Jong Un: Kami Akan Membangun Kekuatan Militer Luar Biasa

Global
Bandung-Melbourne Teken Kerja Sama di 5 Bidang

Bandung-Melbourne Teken Kerja Sama di 5 Bidang

Global
Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Dilaporkan Kena Sanksi AS

Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Dilaporkan Kena Sanksi AS

Global
Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com