Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serangan Udara Israel di Damaskus, 2 Orang Tewas

Kompas.com - 21/02/2024, 21:43 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

DAMASKUS, KOMPAS.com - Sebuah serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di distrik Kafr Sousa di ibu kota Suriah, Damaskus, pada Rabu (21/2/2024).

Insiden ini menewaskan dua orang, media pemerintah Suriah dan sumber keamanan mengatakan.

Sebuah sumber militer yang dikutip oleh TV pemerintah Suriah mengatakan bahwa serangan sekitar pukul 9:40 pagi (0640 GMT) melukai sejumlah orang, dan mengidentifikasi korban tewas sebagai warga sipil.

Baca juga: Israel Serang Suriah, 2 Bandara di Damaskus dan Aleppo Lumpuh

Dilansir dari Reuters, gambar-gambar yang dipublikasikan oleh media pemerintah Suriah menunjukkan sisi gedung bertingkat yang hangus terbakar.

Sumber keamanan mengatakan bahwa serangan tersebut tidak mencapai tujuannya.

Kawasan ini menjadi tempat tinggal, sekolah, dan pusat kebudayaan Iran, dan terletak di dekat kompleks besar yang dijaga ketat yang digunakan oleh badan-badan keamanan.

Distrik ini dihantam serangan Israel pada Februari 2023 yang menewaskan para ahli militer Iran.

Para saksi mata mendengar beberapa ledakan beruntun.

Ledakan tersebut membuat anak-anak di sekolah terdekat ketakutan dan ambulans bergegas menuju ke daerah tersebut, kata para saksi.

Tidak ada komentar langsung dari militer Israel.
Orang-orang berkumpul di dekat bangunan yang rusak di distrik Kafr Sousa, Damaskus

Baca juga: Suriah Sebut Rudal Israel Hantam Bandara di Damaskus dan Aleppo

Jaringan Berita Mahasiswa semi-resmi Iran mengatakan tidak ada warga Iran yang tewas dalam serangan tersebut.

Seorang saksi mendengar ledakan besar lainnya di ibu kota yang mengguncang jendela-jendela rumah.

Baca juga: 2 Minggu Pasca-dihantam Gempa, Damaskus Digempur Serangan Udara Israel

Media lokal Suriah, Sham FM, mengatakan bahwa beberapa ledakan terdengar di ibukota tanpa menyebutkan penyebabnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-791 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Baru AS | Kiriman Rudal ATACMS

Rangkuman Hari Ke-791 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Baru AS | Kiriman Rudal ATACMS

Global
AS Diam-diam Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina, Bisa Tempuh 300 Km

AS Diam-diam Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina, Bisa Tempuh 300 Km

Global
[POPULER GLOBAL] Demo Perang Gaza di Kampus Elite AS | Israel Tingkatkan Serangan

[POPULER GLOBAL] Demo Perang Gaza di Kampus Elite AS | Israel Tingkatkan Serangan

Global
Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Global
Israel Serang Lebanon Selatan, Sasar 40 Target Hezbollah

Israel Serang Lebanon Selatan, Sasar 40 Target Hezbollah

Global
Situs Web Ini Tawarkan Kerja Sampingan Nonton Semua Film Star Wars, Gaji Rp 16 Juta

Situs Web Ini Tawarkan Kerja Sampingan Nonton Semua Film Star Wars, Gaji Rp 16 Juta

Global
Wanita Ini Didiagnosis Mengidap 'Otak Cinta' Setelah Menelepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Wanita Ini Didiagnosis Mengidap "Otak Cinta" Setelah Menelepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Global
Kakarratul, Tikus Tanah Buta yang Langka, Ditemukan di Pedalaman Australia

Kakarratul, Tikus Tanah Buta yang Langka, Ditemukan di Pedalaman Australia

Global
Kisah Truong My Lan, Miliarder Vietnam yang Divonis Hukuman Mati atas Kasus Penipuan Bank Terbesar

Kisah Truong My Lan, Miliarder Vietnam yang Divonis Hukuman Mati atas Kasus Penipuan Bank Terbesar

Global
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditahan Terkait Skandal Korupsi

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditahan Terkait Skandal Korupsi

Global
Olimpiade Paris 2024, Aturan Berpakaian Atlet Perancis Berbeda dengan Negara Lain

Olimpiade Paris 2024, Aturan Berpakaian Atlet Perancis Berbeda dengan Negara Lain

Global
Adik Kim Jong Un: Kami Akan Membangun Kekuatan Militer Luar Biasa

Adik Kim Jong Un: Kami Akan Membangun Kekuatan Militer Luar Biasa

Global
Bandung-Melbourne Teken Kerja Sama di 5 Bidang

Bandung-Melbourne Teken Kerja Sama di 5 Bidang

Global
Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Dilaporkan Kena Sanksi AS

Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Dilaporkan Kena Sanksi AS

Global
Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com