Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perancis Jajaki Kemungkinan Akui Negara Palestina

Kompas.com - 19/02/2024, 10:24 WIB
Aditya Jaya Iswara

Editor

Penulis: Reuters/VOA Indonesia

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Jumat (16/2/2024) mengatakan, mengakui negara Palestina bukan lagi menjadi hal yang tabu bagi bagi negaranya.

Ia memberi sinyal bahwa Pemerintah Perancis bisa saja mengambil keputusan jika upaya solusi dua negara terhenti karena oposisi dari Israel.

Pengakuan sepihak Perancis tidak akan banyak mengubah situasi di lapangan tanpa adanya perundingan yang sebenarnya. Namun, pengakuan itu akan berdampak secara simbolis dan diplomatis.

Baca juga: Apa Itu Solusi Dua Negara untuk Penyelesaian Konflik Palestina?

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas menolak wacana kedaulatan Palestina.

Ia menggarisbawahi tidak akan berkompromi dengan hal itu, dan sebaliknya malah mengambil kendali penuh keamanan sebelah barat Yordania. Apa yang dilakukan Netanyahu berseberangan dengan keberadaan negara Palestina.

Anggota parlemen Perancis melakukan pemungutan suara pada 2014 untuk mendesak pemerintah mereka mengakui Palestina, sebuah langkah simbolis yang berdampak kecil pada sikap diplomatik Perancis.

Komentar Macron merupakan komentar pertama pemimpin Perancis terkait saran tersebut. Hal itu menyoroti ketidaksabaran para pemimpin Barat seiring dengan terus meningkatnya korban di Gaza.

Apa yang dilakukan Israel merupakan balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang, dan memakan korban 253 orang sandera, menurut penghitungan Israel.

Baca juga:

“Mitra-mitra kami di kawasan ini, terutama Yordania, sedang mengupayakannya, kami sedang berupaya bersama mereka. Kami siap berkontribusi untuk itu, di Eropa dan di Dewan Keamanan. Pengakuan atas negara Palestina bukanlah hal yang tabu bagi negara-negara lain," kata Macron bersama Raja Yordania Abdullah II di Paris.

"Kami berutang kepada warga Palestina, yang aspirasinya telah diinjak-injak terlalu lama. Kita berutang kepada warga Israel yang hidup melalui pembantaian anti-Semit terbesar di abad ini. Kami berutang kepada wilayah yang ingin lepas dari para pemicu kekacauan dan mereka yang menabur balas dendam," katanya.

Komentar Macron kemungkinan besar ditujukan untuk menambah tekanan terhadap Israel.

Serangan udara dan darat besar-besaran Israel di Gaza yang merupakan wilayah kecil dengan berpenduduk padat telah menewaskan lebih dari 28.000 warga Palestina.

Bombardir Israel juga meratakan wilayah yang dibangun dan menyebabkan sebagian besar dari 2,3 juta penduduknya kehilangan tempat tinggal.

Meskipun sebagian besar negara berkembang mengakui Palestina sebagai sebuah negara, sebagian besar negara-negara Eropa Barat enggan mengakuinya. Mereka berargumentasi bahwa negara Palestina yang merdeka harus muncul dari perundingan dengan Israel.

Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron pada awal bulan ini mengatakan, akan ada saatnya bagi Inggris untuk berusaha mengakui negara Palestina, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: Uni Eropa Terus Tekan Israel Terkait Solusi Dua Negara

Artikel ini pernah dimuat di VOA Indonesia dengan judul Presiden Perancis Menjajaki Kemungkinan Akui Negara Palestina.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Global
[POPULER GLOBAL] Sewa Mobil Mewah Untuk Mudik | Korsel Rekrut Pelajar Indonesia

[POPULER GLOBAL] Sewa Mobil Mewah Untuk Mudik | Korsel Rekrut Pelajar Indonesia

Global
Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Global
Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Global
Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Global
Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Global
Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Global
Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Global
AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

Global
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Global
Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Global
Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Global
Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Global
Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com