Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jarang Terjadi pada Manusia, Warga AS Terjangkit Penyakit Pes Diduga dari Kucing Peliharaan

Kompas.com - 19/02/2024, 08:58 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

DESCHUTES COUNTY, KOMPAS.com - Otoritas Kesehatan Negara Bagian Oregon, Amerika Serikat (AS), sedang menangani kasus penyakit pes yang jarang terjadi pada manusia dan kemungkinan besar ditularkan oleh kucing peliharaan.

Penyakit pes menewaskan sedikitnya sepertiga penduduk Eropa pada Abad Pertengahan dalam pandemi yang dikenal sebagai “Black Death”.

Wabah pes jarang terjadi di negara-negara maju dan kini dapat diobati, tetapi masih ada potensi bahaya.

Baca juga: Waspada, Kasus Wabah Pes Mulai Ditemukan di Tupai

Identitas pasien di Deschutes County ini belum diungkapkan, hanya disebutkan bahwa dia sedang dirawat dan kemungkinan besar tertular dari kucing peliharaannya.

“Semua kontak dekat warga dan hewan peliharaannya sudah dihubungi dan diberi pengobatan untuk mencegah penyakit,” kata Petugas Kesehatan Deschutes County Dr Richard Fawcett, dikutip dari kantor berita AFP pada Rabu (14/2/2024).

Pihak berwenang mengatakan, gejala pes pada manusia mulai muncul delapan hari setelah terpapar hewan atau kutu yang terinfeksi.

Gejala penyakit pes dapat berupa demam, mual, lemas, menggigil, dan nyeri otot.

Jika tidak didiagnosis sejak dini, penyakit pes dapat berkembang menjadi septikemia (infeksi aliran darah), atau pneumonia yang berdampak ke paru-paru. Keduanya jauh lebih serius.

Baca juga:

“Untungnya, kasus ini teridentifikasi dan sudah diobati saat tahap awal penyakit, sehingga risikonya kecil bagi masyarakat,” kata otoritas kesehan di Oregon.

“Tidak ada kasus wabah tambahan yang muncul selama penyelidikan penyakit menular ini,” lanjutnya.

Otoritas Kesehatan Oregon mengatakan, wabah pes jarang terjadi di wilayahnya dan kasus terakhir dilaporkan pada 2015.

Adapun pandemi Black Death melanda Eropa pada abad ke-14, menewaskan 50 juta orang dan merupakan salah satu wabah paling mematikan dalam sejarah manusia.

Baca juga: Kisah Misteri: Bagaimana Wabah Black Death Melahirkan Mitos tentang Vampir?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-791 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Baru AS | Kiriman Rudal ATACMS

Rangkuman Hari Ke-791 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Baru AS | Kiriman Rudal ATACMS

Global
AS Diam-diam Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina, Bisa Tempuh 300 Km

AS Diam-diam Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina, Bisa Tempuh 300 Km

Global
[POPULER GLOBAL] Demo Perang Gaza di Kampus Elite AS | Israel Tingkatkan Serangan

[POPULER GLOBAL] Demo Perang Gaza di Kampus Elite AS | Israel Tingkatkan Serangan

Global
Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Global
Israel Serang Lebanon Selatan, Sasar 40 Target Hezbollah

Israel Serang Lebanon Selatan, Sasar 40 Target Hezbollah

Global
Situs Web Ini Tawarkan Kerja Sampingan Nonton Semua Film Star Wars, Gaji Rp 16 Juta

Situs Web Ini Tawarkan Kerja Sampingan Nonton Semua Film Star Wars, Gaji Rp 16 Juta

Global
Wanita Ini Didiagnosis Mengidap 'Otak Cinta' Setelah Menelepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Wanita Ini Didiagnosis Mengidap "Otak Cinta" Setelah Menelepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Global
Kakarratul, Tikus Tanah Buta yang Langka, Ditemukan di Pedalaman Australia

Kakarratul, Tikus Tanah Buta yang Langka, Ditemukan di Pedalaman Australia

Global
Kisah Truong My Lan, Miliarder Vietnam yang Divonis Hukuman Mati atas Kasus Penipuan Bank Terbesar

Kisah Truong My Lan, Miliarder Vietnam yang Divonis Hukuman Mati atas Kasus Penipuan Bank Terbesar

Global
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditahan Terkait Skandal Korupsi

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditahan Terkait Skandal Korupsi

Global
Olimpiade Paris 2024, Aturan Berpakaian Atlet Perancis Berbeda dengan Negara Lain

Olimpiade Paris 2024, Aturan Berpakaian Atlet Perancis Berbeda dengan Negara Lain

Global
Adik Kim Jong Un: Kami Akan Membangun Kekuatan Militer Luar Biasa

Adik Kim Jong Un: Kami Akan Membangun Kekuatan Militer Luar Biasa

Global
Bandung-Melbourne Teken Kerja Sama di 5 Bidang

Bandung-Melbourne Teken Kerja Sama di 5 Bidang

Global
Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Dilaporkan Kena Sanksi AS

Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Dilaporkan Kena Sanksi AS

Global
Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com