Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perang dan Kekurangan Bahan Bakar Lumpuhkan RS Terbesar di Gaza

Kompas.com - 18/02/2024, 20:16 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Reuters

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Rumah Sakit Nasser, RS terbesar kedua di Jalur Gaza Palestina lumpuh atau tak bisa beroperasi lagi pada Minggu (18/2/2024).

Sebab, RS tersebut kekurangan bahan bakar serta adanya pertempuran yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Padahal, RS Nasser yang berada di selatan Khan Younis itu masih menampung sejumlah pasien yang menderita akibat luka perang dan krisis kesehatan yang memburuk di Gaza.

Baca juga: Menlu Mesir: Tak Ada Persiapan Hadapi Masuknya Warga Sipil Palestina

Tetapi karena tidak ada listrik dan tidak cukup staf untuk merawat mereka semua, maka RS tersebut tak bisa beroperasi lagi.

"Ini sudah tidak dapat digunakan lagi," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qidra kepada Reuters.

"Hanya ada empat tim medis dan 25 staf yang saat ini merawat pasien di dalam fasilitas tersebut," imbuhnya.

Qidra mengatakan pasokan air ke rumah sakit terhenti karena generator tidak berfungsi selama tiga hari, limbah juga membanjiri ruang gawat darurat dan staf yang tersisa tidak dapat merawat pasien dalam perawatan intensif.

"Kurangnya pasokan oksigen juga akibat tidak adanya aliran listrik telah menyebabkan kematian sedikitnya tujuh pasien," ungkapnya.

Rumah sakit di Gaza telah menjadi titik fokus perang empat bulan antara Israel dan kelompok Hamas, yang menguasai wilayah yang terkepung.

Kebanyakan dari mereka tidak dapat melakukan apa pun karena pertempuran dan kekurangan bahan bakar, sehingga menyebabkan 2,3 juta penduduk tidak memiliki layanan kesehatan yang layak.

Baca juga: Israel Terus Serang Rafah, Prospek Gencatan Senjata Meredup

Sebelumnya Israel telah menggerebek fasilitas medis dengan tuduhan bahwa Hamas menyimpan senjata dan sandera di rumah sakit.

Hamas beroperasi di Gaza yang berpenduduk padat tetapi menyangkal bahwa mereka menggunakan rumah sakit sebagai perlindungan.

Komunitas internasional mengatakan rumah sakit, yang dilindungi hukum internasional, harus dilindungi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Israel untuk memberikan staf PBB akses ke rumah sakit tersebut.

Sebab, pasukan Israel melakukan pengepungan dan penggerebekan untuk mencari kelompok Hamas, sehingga staf PBB tak bisa membantu pasien.

"Baik kemarin maupun sehari sebelumnya, tim @WHO tidak diizinkan masuk rumah sakit untuk menilai kondisi pasien dan kebutuhan medis kritis, meski sudah sampai di kompleks rumah sakit untuk mengirimkan bahan bakar," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di media sosial X.

Militer Israel mengatakan pasukan khusus mereka beroperasi di dalam dan sekitar RS Nasser, dan telah membunuh puluhan milisi Palestina serta menyita sejumlah besar senjata dalam pertempuran di Gaza selama beberapa hari terakhir.

Baca juga: Nekat Melompat ke Kandang Singa, Seorang Pria Diterkam hingga Tewas

Pihak militer pekan ini mengatakan pihaknya sedang memburu milisi di Nasser dan telah menangkap sedikitnya 100 tersangka di lokasi tersebut.

Pasukan Israel juga telah membunuh orang-orang bersenjata di dekat rumah sakit dan menemukan senjata di dalamnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com