Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Serang Desa-desa di Lebanon, 11 Warga Sipil Tewas

Kompas.com - 15/02/2024, 14:45 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Reuters

BEIRUT, KOMPAS.com - Sedikitnya 11 warga sipil tewas akibat serangan Israel di desa-desa di Lebanon pada Rabu (14/2/2024).

Diketahui, serangan Israel di Lebanon itu dipicu serangan roket Hezbollah sebelumnya yang menewaskan salah satu tentara Israel.

Apalagi Hezbollah dan militer Israel telah saling baku tembak di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon selama lebih dari empat bulan.

Baca juga: Rudal dari Lebanon Tewaskan Wanita dan Anak Israel

Dikutip dari Reuters pada Kamis (15/2/2024), serangan Israel itu menewaskan seorang wanita dan dua anaknya.

"Serangan terhadap sebuah gedung di Nabatieh menewaskan empat anak lagi, lalu ada tiga perempuan dan satu laki-laki," menurut direktur rumah sakit kota itu, Hassan Wazni.

Selain itu, serangan dari Israel di Lebanon itu juga melukai tujuh orang lain.

Sementara menurut kelompok Hezbollah, ada empat pejuangnya yang tewas dalam serangan terpisah.

Hezbollah tidak mengumumkan operasi apa pun pada hari Rabu. Ketua dewan eksekutifnya mengatakan serangan Israel terhadap Lebanon tidak dapat terjadi tanpa tanggapan.

Seorang juru bicara pemerintah Israel mengatakan kepada wartawan bahwa serangan roket dari Lebanon pada Rabu pagi telah menewaskan seorang tentara Israel, dan delapan lainnya dirawat di rumah sakit.

"Seperti yang telah kami jelaskan berkali-kali, Israel tidak tertarik pada perang di dua front. Namun jika terprovokasi, kami akan merespons dengan tegas," ungkap juru bicara Ilana Stein.

Stein dan militer Israel mengatakan militer telah merespons tembakan roket lintas batas dari Lebanon.

Sementara Panglima Militer Israel Herzi Halevi, yang telah bertemu dengan para kepala kota setempat di Israel utara mengatakan bahwa saat ini bukan waktunya untuk berhenti.

Sedangan Pemimpin Hezbollah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Selasa bahwa kelompoknya hanya akan menghentikan baku tembak jika gencatan senjata penuh tercapai di Gaza Palestina.

Baca juga: Imbas Serangan di Rafah Palestina, Israel Makin Dapat Tekanan Internasional

Penembakan lintas batas telah menewaskan lebih dari 200 orang di Lebanon, termasuk lebih dari 170 pejuang Hezbollah, serta sekitar belasan tentara Israel dan lima warga sipil Israel.

Hal ini juga telah menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi di wilayah perbatasan masing-masing negara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com