Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanggapi Ancaman Trump, Stoltenberg Akan Ungkap Belanja Pertahanan Negara NATO

Kompas.com - 14/02/2024, 16:30 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

BRUSSELS, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Rabu (14/2/2024) akan mengungkapkan peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota, sebagai tanggapan atas ancaman calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Saat berkampanye pada Sabtu (10/2/2024), Trump mengancam akan membiarkan Rusia menyerang negara-negara NATO yang tidak membayar iuran tahunan.

Komentar Trump langsung mendapat berbagai kecaman, termasuk dari Presiden AS Joe Biden—yang mungkin akan menjadi lawannya lagi saat pilpres 2024—dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Baca juga: Trump Akan Dorong Rusia Serang Anggota NATO yang Tunggak Bayar Iuran

Scholz memperingatkan, meragukan jaminan pertahanan kolektif NATO yang sudah melindungi Eropa sejak Perang Dunia II adalah tindakan tak bertanggung jawab dan berbahaya.

Menjelang pertemuan para menteri pertahanan negara-negara NATO, Stoltenberg akan mengungkapkan anggota yang mencapai target belanja militer dua persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan meningkat hampir dua kali lipat sejak tahun lalu.

Sejumlah pejabat NATO mengatakan kepada kantor berita AFP, sekitar 20 dari 31 anggota aliansi diperkirakan akan mencapai target tersebut, naik dari hanya 11 negara pada 2023.

NATO pada 2014 menetapkan target bagi para anggotanya untuk membelanjakan dua persen dari PDB ke sektor pertahanan, setelah terjadinya pencaplokan semenanjung Crimea di Ukraina oleh Rusia.

Baca juga:

Trump selama menjabat sebagai Presiden AS kerap mencerca para sekutu Washington di NATO dan menekannya agar mengucurkan lebih banyak uang untuk pertahanan.

Ia mengaku dapat pujian atas peningkatan belanja tersebut.

NATO menetapkan angka dua persen dari PDB menjadi persyaratan minimum setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Negara-negara kunci di NATO seperti Jerman kemudian meningkatkan belanja pertahanannya dan diperkirakan dapat memenuhi target tahun ini.

Namun, AS masih menyumbang sebagian besar belanja pertahanan kolektif negara-negara NATO.

Baca juga: Geger Usai Diancam Trump, Berapa Biaya Iuran Negara NATO?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber AFP

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com