Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kata Biden soal Trump Ancam Biarkan Rusia Serang Negara NATO yang Tak Iuran

Kompas.com - 14/02/2024, 08:53 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Joe Biden pada Selasa (14/2/2024) mengecam pernyataan mantan Presiden Donald Trump yang mengancam akan membiarkan Rusia menyerang negara-negara NATO jika tak membayar iuran tahunan. 

"Demi Tuhan, ini bodoh, memalukan, berbahaya, dan bukan Amerika," kata Biden dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi dari Gedung Putih untuk mendesak DPR agar meloloskan bantuan perang yang vital bagi Ukraina.

"Dapatkah Anda bayangkan seorang mantan presiden Amerika Serikat mengatakan hal itu? Seluruh dunia mendengarnya. Dan yang terburuk adalah dia bersungguh-sungguh," ucap Biden.

Baca juga: Geger Usai Diancam Trump, Berapa Biaya Iuran Negara NATO?

Politisi Demokrat berusia 81 tahun itu menuduh pendahulunya tunduk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Tidak ada presiden lain dalam sejarah kita yang pernah tunduk pada diktator Rusia. Baiklah, izinkan saya mengatakan ini sejelas mungkin: Saya tidak akan pernah melakukannya," kata dia, dikutip dari AFP.

Sekutu-sekutu Washington bereaksi dengan khawatir setelah Trump membuat pernyataan yang paling ekstrem terhadap aliansi militer yang dipimpin AS tersebut.

Biden menggunakan komentar Trump untuk memicu serangannya dalam pemilu terhadap Trump sebagai ancaman terhadap demokrasi.

Dalam pidatonya dari ruang makan kenegaraan di Gedung Putih, ia menuduh taipan real estate tersebut bertindak seperti bos kejahatan terorganisir dalam hal aliansi.

"Ketika dia melihat NATO, dia tidak melihat aliansi yang melindungi Amerika dan dunia. Dia melihat sebuah raket perlindungan," kata Biden.

Biden menambahkan bahwa jika sekutu-sekutu Trump di DPR gagal mengikuti jejak Senat dan meloloskan rancangan undang-undang dengan miliaran dolar dalam bentuk bantuan militer untuk Ukraina, maka mereka akan bermain di tangan Putin.

Baca juga: Trump Akan Biarkan Rusia Serang Negara NATO yang Tak Iuran, Presiden Jerman Angkat Bicara

Sebelumnya, Trump pada Sabtu (10/2/2024) melontarkan ancaman bahwa Amerika Serikat tidak akan melindungi negara-negara NATO dari serangan Rusia jika gagal memenuhi komitmen keuangan.

Trump membuat komentar tersebut dalam sebuah rapat umum kampanye di South Carolina, menggambarkan apa yang ia katakan sebagai percakapan dengan sesama kepala negara dalam sebuah pertemuan NATO yang tidak disebutkan.

"Salah satu presiden negara besar berdiri dan berkata, 'Baiklah, Pak, jika kami tidak membayar, dan kami diserang oleh Rusia, apakah Anda akan melindungi kami? Saya berkata, 'Anda tidak membayar, Anda menunggak? Tidak, saya tidak akan melindungi Anda'," kata Trump kepada para pendukungnya.

"Bahkan, saya akan mendorong mereka untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan," tambahnya.

Trump kemudian membela komentarnya, dengan mengatakan bahwa dia telah membuat NATO "kuat" dengan membuat sekutu memenuhi target pengeluaran pertahanan ketika dia menjabat dari 2017-2021.

Baca juga: Trump: Negara-negara NATO Tak Bayar Iuran, Andalkan AS Jadi Tameng Pertahanan

Trump memiliki sejarah panjang dalam memuji pemimpin Kremlin, misalnya dengan menyebutnya "jenius" dan lebih kredibel daripada intelijen AS.

Dia juga mengatakan bahwa sebagai presiden, dia bisa menyelesaikan perang Ukraina dalam waktu 24 jam.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Sumber AFP

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com