Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Israel Serang Rafah dan Apa Dampaknya?

Kompas.com - 14/02/2024, 07:44 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber Reuters

RAFAH, KOMPAS.com - Israel berencana untuk memperluas serangan daratnya ke kota Rafah di Jalur Gaza.

Padahal di sana ada lebih dari 1 juta warga Palestina yang tengah mencari perlindungan dari serangan Israel sejak 7 Oktober.

Serangan udara Israel dalam beberapa hari terakhir pun telah menewaskan banyak orang di Rafah yang berbatasan dengan Mesir.

Baca juga: Mengapa Rafah Sangat Penting bagi Gaza

Mengapa Israel merencanakan serangan darat di Rafah?

PM Israel Benjamin Netanyahu telah menggambarkan Rafah sebagai "benteng terakhir" Hamas, dengan empat batalyon pasukan bersenjata.

Ia menyebut, Israel tidak dapat mencapai tujuannya untuk melenyapkan kelompok Hamas selama mereka masih berada di sana.

Israel telah berusaha untuk memusnahkan Hamas sejak memimpin serangan 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 253 orang lainnya diculik ke Gaza, menurut perhitungan Israel.

Militer Israel telah menyerang sebagian besar wilayah Gaza.

Serangan Israel sendiri menurut Kementerian Kesehatan di Gaza telah menewaskan lebih dari 28.000 orang.

Baca juga: China Desak Israel Setop Serang Rafah, Peringatkan Bencana Kemanusiaan Serius

Berapa banyak orang di Rafah dan bagaimana kondisi di sana? 

UNRWA, sebuah badan PBB yang menyediakan bantuan dan layanan penting bagi warga Palestina, mengatakan, ada hampir 1,5 juta orang di Rafah, enam kali lipat dari jumlah penduduk sebelum 7 Oktober.

Banyak dari mereka yang berkemah di jalan-jalan, di tanah kosong, di pantai, dan di wilayah berpasir di sebelah tembok perbatasan dengan Mesir. Yang lainnya berdesakan di tempat penampungan yang kotor dan penuh sesak.

Para dokter dan pekerja bantuan berjuang untuk memasok bantuan dasar dan menghentikan penyebaran penyakit.

Dewan Pengungsi Norwegia menyebutnya sebagai "kamp pengungsi raksasa".

Seorang dokter yang baru saja meninggalkan Gaza menggambarkan Rafah sebagai "penjara tertutup" dengan kotoran yang mengalir di jalan-jalan yang begitu padat sehingga nyaris tidak ada ruang bagi kendaraan petugas medis untuk lewat.

Baca juga: Mesir Ancam Cabut Perjanjian Damai Camp David jika Israel Lanjutkan Invasi ke Rafah

Kemana para pengungsi akan pergi?

Israel telah memerintahkan warga sipil untuk mengungsi ke selatan sebelum serangan sebelumnya ke kota-kota di Jalur Gaza, dan banyak di antara mereka yang menuju Rafah.

Kantor Netanyahu mengatakan telah memerintahkan tentara untuk mengembangkan rencana untuk mengevakuasi Rafah.

Halaman:
Sumber Reuters

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com