Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jumlah Balon China yang Terbang di Langit Taiwan Meningkat, Ada Apa?

Kompas.com - 11/02/2024, 11:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

TAIPEI, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Taiwan mencatat jumlah balon China tertinggi di seluruh negeri sejak pihaknya mulai secara teratur merilis data penampakan balon pada bulan Desember.

Delapan balon terlihat pada Jumat (9/2/2024), satu hari sebelum dimulainya Tahun Baru Imlek, pada ketinggian bervariasi antara 15.000 kaki (4.572 meter) hingga 38.000 kaki.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan secara teratur melakukan latihan militer di sekitar pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.

Baca juga: Alasan Generasi Muda di China Enggan Rayakan Imlek

Mereka tidak mengabaikan penggunaan kekerasan untuk mengambil alih wilayah tersebut.

Dilansir dari Guardian, pada September, China mengirim kapal angkatan laut, termasuk kapal induk Shandong ke perairan dekat Taiwan.

Latihan angkatan laut itu dilakukan tak lama setelah Amerika Serikat dan Kanada mengirimkan kapal perang melalui Selat Taiwan.

Seminggu kemudian, 103 pesawat tempur terdeteksi dalam periode 24 jam, menuju Taiwan dan kemudian berbalik sebelum mencapai pulau tersebut.

Penampakan balon baru ini terjadi setelah Taiwan mengadakan pemilihan presiden pada 13 Januari, yang dimenangkan oleh Lai Ching-te dari Partai Progresif Demokratik yang berkuasa, yang dianggap Beijing sebagai separatis.

China memperingatkan sebelum pemungutan suara bahwa jika Lai menang, hal itu akan membawa perang dan kemunduran ke Taiwan.

Lai, yang akan menjabat pada Mei, menawarkan pembicaraan terbuka dengan China, yang sejauh ini ditolak.

Baca juga: Akankah Tiongkok Melakukan Invasi terhadap Taiwan?

Februari lalu, Amerika Serikat menembak jatuh balon pengintai China, sehingga potensi penggunaan balon oleh China untuk memata-matai menjadi isu global.

Baca juga: Pokok Persoalan Konflik China dengan Taiwan

China bersikukuh bahwa balon tersebut adalah pesawat sipil yang secara tidak sengaja tersesat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Guardian

Terkini Lainnya

Rusia Terus Maju di Garis Depan, Rebut Desa Dekat Chasiv Yar di Ukraina

Rusia Terus Maju di Garis Depan, Rebut Desa Dekat Chasiv Yar di Ukraina

Global
Bom NATO 1 Ton Disingkirkan dari Serbia, 1.300 Orang Dievakuasi

Bom NATO 1 Ton Disingkirkan dari Serbia, 1.300 Orang Dievakuasi

Global
Coba Serang Tentara Israel, 2 Warga Palestina Tewas Ditembak

Coba Serang Tentara Israel, 2 Warga Palestina Tewas Ditembak

Global
NATO dan Para Pemimpin Eropa Puji AS Usai DPR Setujui RUU Bantuan untuk Ukraina

NATO dan Para Pemimpin Eropa Puji AS Usai DPR Setujui RUU Bantuan untuk Ukraina

Global
Gadis 9 Tahun Ini Viral di India karena Angkat Beban 75 Kg

Gadis 9 Tahun Ini Viral di India karena Angkat Beban 75 Kg

Global
PM Israel Netanyahu Dilaporkan Minta Bantuan Inggris dan Jerman untuk Hindari Ditangkap ICC

PM Israel Netanyahu Dilaporkan Minta Bantuan Inggris dan Jerman untuk Hindari Ditangkap ICC

Global
2 Anak Tewas dan 15 Orang Terluka akibat Pengemudi Mabuk Tabrak Pesta Ulang Tahun

2 Anak Tewas dan 15 Orang Terluka akibat Pengemudi Mabuk Tabrak Pesta Ulang Tahun

Global
Helikopter Milter Jepang Jatuh, 1 Tewas dan 7 Orang Hilang

Helikopter Milter Jepang Jatuh, 1 Tewas dan 7 Orang Hilang

Global
Usai Seminggu Tenang, Bentrokan di Perbatasan Thailand-Myanmar Terjadi Lagi

Usai Seminggu Tenang, Bentrokan di Perbatasan Thailand-Myanmar Terjadi Lagi

Global
Israel Akan Panggil Dubes Negara-negara yang Dukung Keanggotaan Palestina di PBB

Israel Akan Panggil Dubes Negara-negara yang Dukung Keanggotaan Palestina di PBB

Global
Radio Taiwan Internasional Gelar 'Kartini Taiwan Music Festival', Apa Agendanya?

Radio Taiwan Internasional Gelar "Kartini Taiwan Music Festival", Apa Agendanya?

Global
Rangkuman Hari Ke-787 Serangan Rusia ke Ukraina: DPR AS Setujui Bantuan 61 Miliar Dollar | Rusia Mengecam

Rangkuman Hari Ke-787 Serangan Rusia ke Ukraina: DPR AS Setujui Bantuan 61 Miliar Dollar | Rusia Mengecam

Global
Begitu Dinanti Ukraina, DPR AS Akhirnya Setujui Bantuan Militer Rp 989 Triliun

Begitu Dinanti Ukraina, DPR AS Akhirnya Setujui Bantuan Militer Rp 989 Triliun

Global
Rusia: Bantuan AS untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan Hanya Akan Perburuk Krisis Global

Rusia: Bantuan AS untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan Hanya Akan Perburuk Krisis Global

Global
Palestina Kecam DPR AS Setujui Paket Bantuan Militer Baru untuk Israel

Palestina Kecam DPR AS Setujui Paket Bantuan Militer Baru untuk Israel

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com