Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita WNI "Nyoblos" Kali Pertama di Australia, Naik Bus 30 Menit demi ke TPS

Kompas.com - 10/02/2024, 17:36 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

MASCOT, KOMPAS.com - Warga Negara Indonesia (WNI) di Australia sudah melakukan pencoblosan untuk pemilihan umum atau pemilu 2024 pada Sabtu (10/2/2024).

Rifa'i Mardanie contohnya. Pria yang biasa dipanggil Dani ini selesai mencoblos selepas pukul 5 sore waktu setempat (13.00 WIB).

Saat dihubungi Kompas.com, ia menceritakan pengalaman pertamanya mencoblos di "Negeri Kanguru".

Baca juga: WNI di Turkiye Deklarasikan Pemilu Damai, Siap Jalankan 3 Komitmen

Dari lokasi tempat tinggalnya di Mascot, tutur Dani, ia harus menumpang bus selama lebih kurang 30 menit ditambah berjalan kaki kira-kira sepuluh menit untuk tiba di TPS (Tempat Pemungutan Suara) Maroubra Junction Public School, Negara Bagian New South Wales (NSW).

Pekerja berusia 29 tahun itu menjelaskan, TPS tersebut dikhususkan untuk pemilih dari NSW.

"Jumlah TPS ada 18 yang tersebar di berbagai kelas, lokasi TPS-nya juga dekat dengan KJRI Sydney," sambungnya.

Namun, karena termasuk DPTb LN (Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri), ia harus menunggu sampai sekitar pukul 5 sore untuk mencoblos setelah WNI yang masuk DPT (Daftar Pemilih Tetap) selesai.

"Kebanyakan pemilih DPTb mengantre di luar dan cukup padat, mereka takut tidak dapat mencoblos karena ada kemungkinan surat suara habis seperti yang diinfokan IG (Instagram) PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) Sydney," terangnya.

Dani lalu menceritakan, sebagian dari para pemilih adalah orang tua yang sudah berumur.

Baca juga:

"Jadi amat disayangkan dengan fasilitas sekolah sebesar ini kita harus menunggu berjam-jam di luar dan tidak ada tempat duduk."

"Setelah diperbolehkan masuk kita mengambil antrean dari mesin dan menuju TPS tujuan."

Pria asal Bogor ini sudah tinggal di Australia sejak akhir September 2022, dan inilah pengalaman pertamanya mencoblos pemilu Indonesia di luar negeri.

Menurut Dani, suasana TPS di lokasinya mencoblos lebih ramai karena juga dijadikan tempat berkumpul sesama orang Indonesia.

"Ada juga bazar makanan di lapangan sekolah," imbuhnya, seraya menyebutkan bahwa istrinya juga mencoblos di Australia, tetapi berbeda kota yaitu di Melbourne.

Usai memberikan suara untuk capres-cawapres Indonesia pilihannya, Dani mengaku lega karena masih mendapat kesempatan menggunakan hak pilihnya.

Apalagi, ia baru saja tiba di Sydney pada hari pemilihan setelah pulang ke Indonesia selama seminggu.

"Senang juga bisa ngobrol sama bagi cerita banyak dengan orang baru yang sama-sama sedang merantau pas tadi nunggu giliran buat nyoblos," pungkasnya.

Baca juga: Emosi Tinggi di Debat Capres Pemilu 2024 Jadi Sorotan Media Asing

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

2 Anak Tewas dan 15 Orang Terluka akibat Pengemudi Mabuk Tabrak Pesta Ulang Tahun

2 Anak Tewas dan 15 Orang Terluka akibat Pengemudi Mabuk Tabrak Pesta Ulang Tahun

Global
Helikopter Milter Jepang Jatuh, 1 Tewas dan 7 Orang Hilang

Helikopter Milter Jepang Jatuh, 1 Tewas dan 7 Orang Hilang

Global
Usai Seminggu Tenang, Bentrokan di Perbatasan Thailand-Myanmar Terjadi Lagi

Usai Seminggu Tenang, Bentrokan di Perbatasan Thailand-Myanmar Terjadi Lagi

Global
Israel Akan Panggil Dubes Negara-negara yang Dukung Keanggotaan Palestina di PBB

Israel Akan Panggil Dubes Negara-negara yang Dukung Keanggotaan Palestina di PBB

Global
Radio Taiwan Internasional Gelar 'Kartini Taiwan Music Festival', Apa Agendanya?

Radio Taiwan Internasional Gelar "Kartini Taiwan Music Festival", Apa Agendanya?

Global
Rangkuman Hari Ke-787 Serangan Rusia ke Ukraina: DPR AS Setujui Bantuan 61 Miliar Dollar | Rusia Mengecam

Rangkuman Hari Ke-787 Serangan Rusia ke Ukraina: DPR AS Setujui Bantuan 61 Miliar Dollar | Rusia Mengecam

Global
Begitu Dinanti Ukraina, DPR AS Akhirnya Setujui Bantuan Militer Rp 989 Triliun

Begitu Dinanti Ukraina, DPR AS Akhirnya Setujui Bantuan Militer Rp 989 Triliun

Global
Rusia: Bantuan AS untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan Hanya Akan Perburuk Krisis Global

Rusia: Bantuan AS untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan Hanya Akan Perburuk Krisis Global

Global
Palestina Kecam DPR AS Setujui Paket Bantuan Militer Baru untuk Israel

Palestina Kecam DPR AS Setujui Paket Bantuan Militer Baru untuk Israel

Global
2 Helikopter Militer Jepang Jatuh ke Laut Saat Latihan, 7 Orang Hilang 

2 Helikopter Militer Jepang Jatuh ke Laut Saat Latihan, 7 Orang Hilang 

Global
DPR AS Loloskan Paket Bantuan Rp 1.539 Triliun untuk Israel, Ukraina, dan Taiwan

DPR AS Loloskan Paket Bantuan Rp 1.539 Triliun untuk Israel, Ukraina, dan Taiwan

Global
[UNIK GLOBAL] Lupa Bawa Kunci Pas Mudik | Teman-teman Ingkar Datang Halal Bihahal

[UNIK GLOBAL] Lupa Bawa Kunci Pas Mudik | Teman-teman Ingkar Datang Halal Bihahal

Global
Ancaman Bom Picu Evakuasi Bandara Billund di Denmark, Polisi Tangkap Seorang Pria

Ancaman Bom Picu Evakuasi Bandara Billund di Denmark, Polisi Tangkap Seorang Pria

Global
Asosiasi Dokter Korea Selatan: Jika Pemerintah Tak Mengalah, Sistem Perawatan Kesehatan Bisa Runtuh

Asosiasi Dokter Korea Selatan: Jika Pemerintah Tak Mengalah, Sistem Perawatan Kesehatan Bisa Runtuh

Global
DPR AS Gelar Pemungutan Suara untuk Beri Persetujuan Bantuan ke Ukraina

DPR AS Gelar Pemungutan Suara untuk Beri Persetujuan Bantuan ke Ukraina

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com