Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bocah 9 Tahun Meninggal karena Flu Burung

Kompas.com - 09/02/2024, 21:17 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

 

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Seorang anak laki-laki di Kamboja berusia sembilan tahun meninggal karena flu burung pada Kamis (8/2/2024).

Kementerian Kesehatan Kamboja memperingatkan akan berlanjutnya ancaman virus yang menewaskan tiga orang pada 2023.

Anak laki-laki di provinsi timur laut Kratie jatuh sakit setelah makan unggas bersama keluarganya.

Baca juga: Flu Burung Ditemukan Pertama Kalinya pada Mamalia Antartika, Bagaimana Nasib Penguin?

Bocah tersebut kemudian menderita demam, batuk dan kesulitan bernapas sebelum meninggal pada hari Kamis.

Pihak kementerian mengatakan hasil tes mengonfirmasi bahwa bocah tersebut meninggal karena jenis virus H5N1 yang sangat patogen.

"Berdasarkan bukti, lima ekor ayam dan tiga bebek mati di rumah pasien, dan mereka memasak ayam dan bebek tersebut untuk dimakan," kata kementerian dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP pada Jumat (9/2/2024).

Dikatakan bahwa para pejabat kesehatan sedang menyelidiki sumber virus dan mencari kasus lainnya.

Kementerian Kesehatan kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk mewaspadai flu burung karena H5N1 terus mengancam kesehatan masyarakat.

Setidaknya tiga orang, termasuk seorang anak perempuan berusia dua tahun, meninggal karena flu burung di kerajaan tersebut pada tahun lalu.

Sejak akhir 2021, Eropa dilanda wabah flu burung yang paling parah, serta Amerika Utara dan Selatan juga mengalami wabah yang parah.

Baca juga: Singapura Setop Impor Unggas dari Sejumlah Negara karena Flu Burung

Hal ini menyebabkan pemusnahan puluhan juta unggas peliharaan di seluruh dunia, sebagian besar mengidap strain H5N1, termasuk 140.000 unggas di Republik Ceko pada awal bulan ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com