Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rangkuman Hari Ke-705 Serangan Rusia ke Ukraina: Perundingan dengan Hongaria | 3 Orang Tewas di Donetsk

Kompas.com - 30/01/2024, 14:17 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Perang Rusia-Ukraina masih terus berlanjut. Bahkan sudah memasuki hari ke-705 pada Senin (29/1/2024).

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Ukraina mengucapkan terima kasih kepada Hongaria atas perundingan yang membangun.

Sementara itu, Ukraina menembakkan peluru artileri ke Kota Donetsk yang dikuasai Rusia hingga menewaskan tiga orang.

Baca juga: Infrastruktur Penting Ukraina Diserang Drone dan Rudal Rusia

Berikut ini rangkuman serangan Rusia ke Ukraina hari ke-705 dikutip dari kantor berita AFP.

1. Menlu Ukraina ucapkan terima kasih kepada Hongaria

Menteri Luar Negeri Ukraina pada Senin (29/1/2024) mengucapkan terima kasih kepada Hongaria atas perundingan yang membangun.

Hal itu dilakukan menjelang pertemuan puncak Eropa di mana Ukraina berharap Viktor Orban dari Hongaria akan mencabut veto terhadap paket bantuan Uni Eropa bernilai miliaran euro.

Hubungan antara kedua negara bertetangga ini telah tegang selama beberapa tahun terakhir dan semakin memburuk ketika Perdana Menteri Orban pada Desember memveto bantuan UE sebesar 50 miliar euro ($54 miliar) untuk Ukraina.

Dalam upaya memperbaiki hubungan dan menemukan solusi atas perbedaan mereka, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyarankan pertemuan langsung dengan Orban.

Pembicaraan diadakan Senin antara Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto dan diplomat tinggi Ukraina Dmytro Kuleba di sekitar kota Uzhhorod di Ukraina barat.

"Saya ingin menekankan poin utama pembicaraan ini yakni kejujuran, ketulusan, dan konstruktif," kata Kuleba usai pertemuan enam jam dengan Szijjarto.

Baca juga: 11 Orang Tewas akibat Serangan Rusia di Kharkiv Ukraina

Szijjarto juga mengatakan kedua negara telah mengambil langkah-langkah yang menggembirakan namun perjalanan mereka masih panjang.

2. Penembakan Ukraina di Donetsk tewaskan 3 orang

Ukraina menembakkan peluru artileri ke kota Donetsk yang dikuasai Rusia pada Senin (29/1/2024) hingga menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai tiga lainnya.

Donetsk, sebuah kota di Ukraina timur yang diduduki Rusia dan pasukan proksinya sejak tahun 2014, telah berulang kali menjadi sasaran apa yang disebut Moskwa sebagai penembakan tanpa pandang bulu terhadap Ukraina.

Video yang didistribusikan oleh media pemerintah Rusia menunjukkan mayat-mayat tergeletak di jalan yang dipenuhi puing-puing dan pecahan logam, sementara video lain menunjukkan lubang kecil di tanah.

"Tiga orang tewas akibat penembakan musuh di distrik Kalininskyi di Donetsk," kata Denis Pushilin, kepala pemerintahan yang didukung Rusia di wilayah tersebut.

"Tiga warga sipil lainnya mengalami luka sedang," katanya, seraya menambahkan bahwa pasukan Ukraina menembakkan peluru dari sistem peluncur roket ganda Grad.

AFP tidak dapat segera memverifikasi penyebab serangan tersebut dan para pejabat Ukraina tidak segera memberikan komentar.

Baca juga: 2 Tahun Perang, Pasukan Ukraina Kini di Ambang Kelelahan

Rusia dan Ukraina saling menuduh melakukan peningkatan tajam serangan terhadap wilayah sipil selama dua bulan terakhir.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Fisikawan Rusia yang Kembangkan Rudal Hipersonik Dihukum 14 Tahun

Fisikawan Rusia yang Kembangkan Rudal Hipersonik Dihukum 14 Tahun

Global
Misteri Area 51: Konspirasi dan Fakta di Balik Pangkalan Militer Tersembunyi AS

Misteri Area 51: Konspirasi dan Fakta di Balik Pangkalan Militer Tersembunyi AS

Global
Kepala Politik Hamas Ucap Duka Mendalam pada Pemimpin Tertinggi Iran

Kepala Politik Hamas Ucap Duka Mendalam pada Pemimpin Tertinggi Iran

Global
Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Global
Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Global
Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Global
Pecah Rekor Lagi, Pendaki Nepal Kami Rita Sherpa Capai Puncak Everest 30 Kali

Pecah Rekor Lagi, Pendaki Nepal Kami Rita Sherpa Capai Puncak Everest 30 Kali

Global
Presiden Iran Meninggal, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ebrahim Raisi

Presiden Iran Meninggal, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ebrahim Raisi

Global
Rangkuman Hari Ke-818 Serangan Rusia ke Ukraina: 3.000 Napi Ukraina Ingin Gabung Militer | 14.000 Orang Mengungsi dari Kharkiv 

Rangkuman Hari Ke-818 Serangan Rusia ke Ukraina: 3.000 Napi Ukraina Ingin Gabung Militer | 14.000 Orang Mengungsi dari Kharkiv 

Global
Belum Cukup Umur, Remaja 17 Tahun di India Pilih Partai PM Modi 8 Kali di Pemilu

Belum Cukup Umur, Remaja 17 Tahun di India Pilih Partai PM Modi 8 Kali di Pemilu

Global
Menlu AS Tuding ICC Hambat Gencatan Senjata Perang Israel-Hamas

Menlu AS Tuding ICC Hambat Gencatan Senjata Perang Israel-Hamas

Global
Menteri Keamanan To Lam Resmi Terpilih Jadi Presiden Vietnam

Menteri Keamanan To Lam Resmi Terpilih Jadi Presiden Vietnam

Global
Anggota Kabinet Perang Israel Ron Dermer Sebut Tak Ada Kelaparan di Gaza, Kok Bisa? 

Anggota Kabinet Perang Israel Ron Dermer Sebut Tak Ada Kelaparan di Gaza, Kok Bisa? 

Global
Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Internasional
6 Fakta soal Helikopter Presiden Iran, Termasuk Buatan AS dan Sudah Usang

6 Fakta soal Helikopter Presiden Iran, Termasuk Buatan AS dan Sudah Usang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com