Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 23.708 Orang, Penduduk: Apakah Ada yang Peduli dengan Kami?

Kompas.com - 12/01/2024, 21:18 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Jumlah korban tewas di Gaza naik lagi.

Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas pada Jumat (12/1/2024) mengumumkan, sedikitnya 23.708 orang telah tewas akibat serangan Israel sejak awal Oktober lalu.

Sayangnya, jumlah korban tewas ini bisa bertambah karena dikatakan masih ada banyak warga yang terjebak di reruntuhan.

Baca juga: Kunjungi Israel, Blinken Katakan Jumlah Korban Warga Sipil di Gaza Terlalu Banyak, Dorong Perdamaian Abadi

Sementara itu, Kementerian tersebut menyampaikan, jumlah korban terluka di Gaza mencapai 60.005 orang.

"Apakah ada yang peduli dengan kami?"

Salah satu serangan mematikan terbaru yang diluncurkan Israel terjadi di wilayah Gaza selatan, tepatnya di Kota Khan Yunis dan Rafah.

Daerah tersebut padahal dipenuhi orang-orang yang melarikan diri dari Gaza utara.

kementerian Kesehatan di Gaza menyebut, pengeboman tersebut menewaskan sedikitnya 59 orang dan melukai puluhan lainnya di seluruh wilayah yang terkepung.

Militer Israel sendiri mengakui telah menyasar Khan Yunis.

Militer mengeklaim telah membunuh tujuh “teroris” dalam serangan di kota itu dan 20 lainnya di daerah Maghazi di utara.

Fotografer AFP menyaksikan asap hitam mengepul pada Jumat pagi di atas Rafah, tempat warga Palestina berkumpul di samping kantong mayat berwarna putih berisi korban terbaru.

“Apakah ada yang peduli dengan kita? Kenapa semua orang diam?” tanya salah satu pelayat di rumah sakit.

Di tempat lain di Rafah, warga bernama Fayad Abu Rjeila tampak sedang mengamati reruntuhan sebuah bangunan setelah serangan Israel yang menurutnya telah menewaskan warga sipil di rumah mereka.

“Mereka tidak ada hubungannya dengan apa pun. Orang-orang yang hanya ingin hidup. Mengapa Israel menargetkan mereka?” katanya kepada AFP.

Baca juga: Jumlah Korban Tewas di Gaza Tembus 23.000 Orang, Jerman Ikut Desak Israel Lindungi Warga Sipil

Komunitas Internasional dinilai diam saja

Badan amal Oxfam International pada Kamis (11/1/2024) mengatakan, jumlah korban tewas harian di Gaza lebih tinggi dibandingkan konflik besar lainnya pada abad ini.

Sally Abi Khalil dari Oxfam mengatakan “tidak dapat dibayangkan” bahwa komunitas internasional hanya diam saja ketika pembunuhan ini terjadi.

Di Gaza utara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah mencapai rumah sakit terbesar di Gaza pada Kamis, mengirimkan bahan bakar dan pasokan medis yang sangat dibutuhkan.

“Tim tersebut melaporkan bahwa Al-Shifa, yang sebelumnya merupakan rumah sakit utama di Gaza , telah (sebagian) membuka kembali layanannya,” kata Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di X. 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Demi Palestina, Mahasiswa Internasional di AS Rela Pertaruhkan Status Imigrasi...

Demi Palestina, Mahasiswa Internasional di AS Rela Pertaruhkan Status Imigrasi...

Global
Rangkuman Hari Ke-815 Serangan Rusia ke Ukraina: Polandia Bangun Benteng di Perbatasan | 9.907 Warga Kharkiv Dievakuasi 

Rangkuman Hari Ke-815 Serangan Rusia ke Ukraina: Polandia Bangun Benteng di Perbatasan | 9.907 Warga Kharkiv Dievakuasi 

Global
Saat Kopi dari Berbagai Daerah Indonesia Tarik Minat Pengunjung Pameran Kopi Akbar di Australia...

Saat Kopi dari Berbagai Daerah Indonesia Tarik Minat Pengunjung Pameran Kopi Akbar di Australia...

Global
Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

Global
Saat 800.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza, Pergi ke Daerah-daerah yang Tak Tersedia Air...

Saat 800.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza, Pergi ke Daerah-daerah yang Tak Tersedia Air...

Global
Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

Global
[UNIK GLOBAL] Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos | Pilu Kera Tergemuk di Thailand

[UNIK GLOBAL] Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos | Pilu Kera Tergemuk di Thailand

Global
SD Ini Tak Terduga Terima 8 Pasang Siswa Kembar, Begini Reaksi Para Guru

SD Ini Tak Terduga Terima 8 Pasang Siswa Kembar, Begini Reaksi Para Guru

Global
Ukraina Siap Kerahkan Napi untuk Perang Lawan Rusia

Ukraina Siap Kerahkan Napi untuk Perang Lawan Rusia

Global
Saat Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos di Tengah Rapat...

Saat Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos di Tengah Rapat...

Global
Giliran Austria Akan Lanjutkan Pendanaan untuk UNRWA

Giliran Austria Akan Lanjutkan Pendanaan untuk UNRWA

Global
Kapal Tanker Minyak Dihantam Rudal di Lepas Pantai Yaman

Kapal Tanker Minyak Dihantam Rudal di Lepas Pantai Yaman

Global
Pasukan Israel Bunuh Militan Senior Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel Bunuh Militan Senior Palestina di Tepi Barat

Global
Bantuan Terus Mengalir dari Dermaga AS, Sementara Gaza Masih Berperang

Bantuan Terus Mengalir dari Dermaga AS, Sementara Gaza Masih Berperang

Global
Rangkuman Hari Ke-814 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Serang Kharkiv | Drone Ukraina Tewaskan 2 Orang

Rangkuman Hari Ke-814 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Serang Kharkiv | Drone Ukraina Tewaskan 2 Orang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com