Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/11/2023, 18:56 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Penulis: VOA Indonesia

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Javier Milei menang Pilpres Argentina kali ini.

Dia adalah sosok populis sayap kanan.

Javier Milei akan menjadi presiden baru Argentina setelah menjanjikan perombakan dramatis pemerintahan dalam kampanye pemilu yang sangat memecah belah, di tengah ketidakpuasan mendalam atas melonjaknya inflasi dan meningkatnya angka kemiskinan.

Lawannya, Menteri Perekonomian Argentina Sergio Massa pada Minggu (19/11/2023) telah mengakui kekalahannya dari Milei dalam Pilpres Argentina 2023.

Baca juga: Ribuan Perempuan Argentina Unjuk Rasa Bela Aborsi

Segera setelah ia menyampaikan pidato konsesinya, otoritas pemilu Argentina mulai merilis sebagian hasil penghitungan suara.

Dengan 95 persen suara yang sudah dihitung, Milei mengantongi 55,8 persen suara, sementara Massa meraih 44,2 persen.

Jika angka itu bertahan hingga penghitungan suara mencapai 100 persen, maka selisih suara di antara kedua calon terbukti lebih besar dari yang diprediksi semua jajak pendapat.

Dengan kemenangan Milei, negara itu akan condong ke kanan di tengah ketidakpuasan akan naiknya inflasi dan kemiskinan.

Kemenangan Milei juga akan memberdayakan sang anggota parlemen baru yang menggambarkan dirinya sebagai seorang anarko-kapitalis.

Milei, yang sering disamakan dengan mantan Presiden AS Donald Trump, menjanjikan perubahan besar pada negaranya.

Ia mengusulkan pengurangan ukuran pemerintahan dan pengendalian inflasi, sementara Massa justru memperingatkan dampak negatif kebijakan semacam itu.

Baca juga: Tinggalkan Dollar AS, Argentina Bayar Impor dari China dengan Yuan

Massa, sebagai salah satu tokoh paling menonjol dalam pemerintahan yang sangat tidak populer, pernah dinilai memiliki peluang kecil untuk menang.

Namun, ia berhasil memobilisasi jaringan partai Peronisnya dan meraih posisi pertama pada putaran pertama pemungutan suara.

Kampanyenya telah memperingatkan masyarakat Argentina bahwa program lawannya akan mengancam layanan publik dan program kesejahteraan yang diandalkan banyak orang.

Ia juga menyoroti retorika lawannya yang kerap agresif dan secara terbuka mempertanyakan kepekaan mentalnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com