Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/05/2023, 18:55 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

LONDON, KOMPAS.com - Raja Charles III resmi dinobatkan menjadi Raja Inggris menggantikan mendiang Ratu Elizabeth II, dalam penobatan yang digelar di Westminster Abbey pada Sabtu (6/5/2023).

Setelah penobatan oleh Uskup Agung Canterbury Justin Welby, Charles (74) dielu-elukan dengan teriakan "God save the king" baik di dalam Westminster Abbey maupun oleh banyak orang yang berkumpul di luar.

Raja Charles III resmi dinobatkan sebagai Raja Inggris mengikuti tradisi panjang yang telah bertahan lebih dari 900 tahun.

Baca juga: Raja Charles III Dinobatkan, Negara Persemakmuran Ogah-ogahan

Raja Inggris Charles III dengan Mahkota St Edward di kepalanya menghadiri Upacara Penobatan di Westminster Abbey di pusat kota London pada Sabtu (6/5/2023). Penobatan raja dan ratu kali ini adalah yang pertama kali digelar di Inggris dalam 70 tahun terakhir, dan hanya yang kedua dalam sejarah setelah disiarkan di televisi. Charles akan menjadi monarki ke-40 yang dimahkotai di gereja pusat London sejak Raja William I pada 1066. Di luar Inggris, ia juga raja dari 14 negara Persemakmuran lainnya, termasuk Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Camilla, istri keduanya, akan dinobatkan sebagai ratu bersamanya dan dikenal sebagai Ratu Camilla setelah upacara. Jonathan Brady/POOL/AFP) Raja Inggris Charles III dengan Mahkota St Edward di kepalanya menghadiri Upacara Penobatan di Westminster Abbey di pusat kota London pada Sabtu (6/5/2023). Penobatan raja dan ratu kali ini adalah yang pertama kali digelar di Inggris dalam 70 tahun terakhir, dan hanya yang kedua dalam sejarah setelah disiarkan di televisi. Charles akan menjadi monarki ke-40 yang dimahkotai di gereja pusat London sejak Raja William I pada 1066. Di luar Inggris, ia juga raja dari 14 negara Persemakmuran lainnya, termasuk Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Camilla, istri keduanya, akan dinobatkan sebagai ratu bersamanya dan dikenal sebagai Ratu Camilla setelah upacara.

Pada prosesi bersejarah tersebut, istri Raja Charles III, yakni Permaisuri Camilla juga turut dinobatkan.

Camilla sah menjadi Ratu Inggris mendampingi Raja Charles III. Ia dimahkotai oleh Uskup Agung Canterbury.

Ratu Camilla dimahkotai dalam upacara yang lebih sederhana dan tidak diminta untuk mengambil sumpah.

Baca juga: Jelang Penobatan Raja Charles III, 6 Anggota Kelompok Anti-monarki Ditangkap

Ratu Camilla dimahkotai dengan Mahkota milik Ratu Mary, dikutip dari laman BBC, Sabtu (6/5/2023).

Uskup Agung Canterbury Justin Welby menempatkan versi modifikasi dari Mahkota Ratu Mary ke kepala Permaisuri Inggris Camilla selama Upacara Penobatan di dalam Westminster Abbey di pusat kota London, pada Sabtu (6/5/2023). Camilla akan dikenal sebagai Ratu Camilla setelah upacara. Penobatan set-piece adalah yang pertama di Inggris dalam 70 tahun, dan hanya yang kedua dalam sejarah yang disiarkan televisi. Charles akan menjadi monarki ke-40 yang dimahkotai di gereja pusat London sejak Raja William I pada 1066. Di luar Inggris, ia juga raja dari 14 negara Persemakmuran lainnya, termasuk Australia, Kanada, dan Selandia Baru. RICHARD POHLE/POOL/AFP Uskup Agung Canterbury Justin Welby menempatkan versi modifikasi dari Mahkota Ratu Mary ke kepala Permaisuri Inggris Camilla selama Upacara Penobatan di dalam Westminster Abbey di pusat kota London, pada Sabtu (6/5/2023). Camilla akan dikenal sebagai Ratu Camilla setelah upacara. Penobatan set-piece adalah yang pertama di Inggris dalam 70 tahun, dan hanya yang kedua dalam sejarah yang disiarkan televisi. Charles akan menjadi monarki ke-40 yang dimahkotai di gereja pusat London sejak Raja William I pada 1066. Di luar Inggris, ia juga raja dari 14 negara Persemakmuran lainnya, termasuk Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keuntungan AS di Balik Normalisasi Hubungan Arab Saudi dan Israel

Keuntungan AS di Balik Normalisasi Hubungan Arab Saudi dan Israel

Global
Angka Kelahiran Rendah di Korsel Bisa Jadi Peluang Pendidikan bagi Indonesia

Angka Kelahiran Rendah di Korsel Bisa Jadi Peluang Pendidikan bagi Indonesia

Global
Rangkuman Hari Ke-581 Serangan Rusia ke Ukraina: Bulgaria Kirim Rudal Tua | Evakuasi Anak-anak Zaporizhzhia

Rangkuman Hari Ke-581 Serangan Rusia ke Ukraina: Bulgaria Kirim Rudal Tua | Evakuasi Anak-anak Zaporizhzhia

Global
Jerman Selidiki Dugaan Kejahatan Perang oleh Rusia di Gostomel Ukraina

Jerman Selidiki Dugaan Kejahatan Perang oleh Rusia di Gostomel Ukraina

Global
Bulgaria Akan Kirim Senjata Era Soviet yang Sudah Tua dan Cacat ke Ukraina

Bulgaria Akan Kirim Senjata Era Soviet yang Sudah Tua dan Cacat ke Ukraina

Global
Korea Utara Masukkan Status Senjata Nuklir ke Dalam UU

Korea Utara Masukkan Status Senjata Nuklir ke Dalam UU

Global
Ledakan Besar Terjadi di Dekat Bandara Ibu Kota Uzbekistan

Ledakan Besar Terjadi di Dekat Bandara Ibu Kota Uzbekistan

Global
[POPULER GLOBAL] Pemenang Lotre Dikritik | Update Ledakan Nagorno-Karabakh

[POPULER GLOBAL] Pemenang Lotre Dikritik | Update Ledakan Nagorno-Karabakh

Global
Awalnya Mengira Kucing, Wanita Ini Selamatkan Bayi Macan Kumbang lalu Merawatnya hingga Dewasa

Awalnya Mengira Kucing, Wanita Ini Selamatkan Bayi Macan Kumbang lalu Merawatnya hingga Dewasa

Global
Serang Balik Rusia, Ukraina Evakuasi Semua Anak di Dekat Zaporizhzhia

Serang Balik Rusia, Ukraina Evakuasi Semua Anak di Dekat Zaporizhzhia

Global
Pro-Kontra Kerja 4 Hari Seminggu di Jerman

Pro-Kontra Kerja 4 Hari Seminggu di Jerman

Global
Hakim AS: Trump Tipu Bank dan Asuransi Saat Bangun Kerajaan Real Estat

Hakim AS: Trump Tipu Bank dan Asuransi Saat Bangun Kerajaan Real Estat

Global
Terjebak di Lift Macet Perusahaan, Gaji Karyawan Ini Malah Dipotong karena Telat

Terjebak di Lift Macet Perusahaan, Gaji Karyawan Ini Malah Dipotong karena Telat

Global
Hina Pria Beratribut Wagner, Warga Belarusia Dipaksa Minta Maaf di Depan Kamera

Hina Pria Beratribut Wagner, Warga Belarusia Dipaksa Minta Maaf di Depan Kamera

Global
PBB Terus Ingatkan Bahaya Perlombaan Senjata Nuklir Walau Tak Digubris

PBB Terus Ingatkan Bahaya Perlombaan Senjata Nuklir Walau Tak Digubris

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com