Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/04/2023, 16:01 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Reuters

TOKYO, KOMPAS.com – Tokyo akan memerintahkan pasukannya bersiap menembak satelit mata-mata Korea Utara jika jatuh di dalam wilayah Jepang.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada sebagaimana diwartakan kantor berita Kyodo pada Sabtu (22/4/2023).

Mengutip seorang sumber di Pemerintah Jepang yang tidak disebutkan namanya, Kyodo melaporkan bahwa Hamada kemungkinan akan mengeluarkan perintah penembakan pada Sabtu.

Baca juga: Korea Utara Kritik G7 atas Seruan Denuklirisasi

Sebelumnya, Korea Utara mengumumkan bahwa pihaknya sedang bersiap meluncurkan satelit mata-mata perdananya, sebagaimana dilansir Reuters.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan, persiapan peluncuran satelit mata-mata harus dilanjutkan untuk melawan ancaman dari Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.

Korea Utara juga sudah meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat baru, Hwasong-18.

Laporan tersebut disampaikan oleh media resmi Korea Utara, KCNA. Sebelumnya, Korea Selatan melaporkan bahwa Pyongyang menembakkan rudal balistik model baru pada Kamis (13/4/2023) pekan lalu.

Baca juga: Rusia Peringatkan Korea Selatan Jangan Kirim Senjata ke Ukraina

Peluncuran rudal Korea Utara tersebut sempat memicu ketakutan di Jepang utara di mana penduduk Hokkaido disuruh berlindung, meskipun ternyata tidak ada bahaya.

“Pengembangan ICBM Hwasongpho-18 tipe baru akan secara ekstensif mereformasi komponen pencegahan strategis DPRK (nama resmi Korea Utara),” kata KCNA.

“Secara radikal mempromosikan efektivitas postur serangan balik nuklirnya dan membawa perubahan dalam kepraktisan strategi militer ofensifnya,” sambung KCNA.

Sejumlah analis menyampaikan, peluncuran tersebut menandai penggunaan propelan padat pertama Korea Utara dalam rudal balistik jarak menengah atau antarbenua.

Baca juga: Di Tengah Kekurangan Pangan, Korea Utara Rayakan 10.000 Rumah Baru

Mengembangkan ICBM berbahan bakar padat telah lama dianggap sebagai tujuan utama Korea Utara, sebagaimana dilansir Reuters.

Pasalnya, rudal berbahan bakar padat dapat membantu Korea Utara menerbangkan misilnya lebih cepat jika terjadi perang.

Kim Jong Un menginspeksi langsung peluncuran ICBM berbahan bakar padat tersebut.

Dia dikutip mengatakan bahwa rudal tersebut akan membuat musuh mengalami krisis keamanan yang lebih jelas dan diliputi kegelisahan.

“Kengerian yang ekstrem dengan mengambil tindakan balasan yang fatal dan ofensif sampai mereka meninggalkan pemikiran tidak masuk akal dan tindakan sembrono,” kata Kim Jong Un.

Baca juga: Korsel Lepaskan Tembakan Peringatan untuk Kapal Patroli Korea Utara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters

Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com