KYIV, KOMPAS.com – Ukraina mengatakan, upaya pasukan Rusia untuk merebut Kota Bakhmut dan Kota Avdiivka tidak membuat kemajuan.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan, kedua kota tersebut merupakan episentrum serangan rusia, bersama beberapa permukiman lain di Donetsk.
Dilansir dari Reuters, Rabu (29/3/2023), Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyebutkan bahwa pasukan Rusia menyerang Kota Bakhmut dan Kota Avdiivka tanpa henti.
Baca juga: Belarus Klaim Terpaksa Tampung Nuklir Rusia karena Tekanan dari Barat
“Musuh melanjutkan serangannya ke kota Bakhmut. Namun, pasukan kami dengan berani mempertahankan kota itu, menangkis banyak serangan musuh,” kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menambahkan bahwa pasukan Ukraina telah menangkis 57 serangan Rusia di Bakhmut dan beberapa kota lain.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan bahwa pasukan Rusia hanya membuat kemajuan kecil dalam upaya mengepung Avdiivka.
Baca juga: Rangkuman Hari Ke-398 Serangan Rusia ke Ukraina: Hujan Drone di Kyiv, Rudal Rusia Hantam Laut Jepang
Meski hanya membuat kemajuan kecil di Kota Avdiivka, pasukan Rusia dilaporkan kehilangan banyak kendaraan lapis baja dan tank.
Di sisi lain, pemimpin Republik Rakyat Donetsk yang ditunjuk Moskwa, Denis Pushilin, menyampaikan bahwa pasukan Rusia membuat kemajuan.
Dia menyampaikan, sebagian besar pasukan Ukraina telah mundur dari pabrik logam di Bakhmut.
Baca juga: Rusia Jatuhkan Pasokan Senjata Vital dari AS untuk Ukraina
Kantor berita Rusia, RIA, melaporkan bahwa Moskwa sudah mengirim ratusan tank baru dan tank yang telah di-upgrade kepada pasukannya.
Sedangkan tank-tank yang dijanjikan Barat untuk Ukraina mulai berdatangan menjelang rencana serangan balik yang segera dilancarkan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, invasi Rusia dapat diakhiri lebih cepat daripada apa yang sudah diprediksi.
Baca juga: Satu Tahun Perang Rusia-Ukraina Mengubah Lanskap Energi Global
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.