Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/03/2023, 22:15 WIB
Aditya Jaya Iswara

Editor

Penulis: Reuters/VOA Indonesia

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (18/3/2023) memperkirakan, dirinya akan ditangkap pada Selasa (21/3/2023) terkait dengan dakwaan penyuapan seorang bintang porno.

Terkait dengan hal itu, Trump meminta para pendukungnya untuk berdemonstrasi.

"Kebocoran ilegal dari kantor kejaksaan distrik Manhattan yang korup dan sangat politis ... menunjukkan bahwa, tanpa kejahatan yang dapat dibuktikan ... kandidat Republik terkemuka dan mantan presiden Amerika Serikat, akan ditahan pada Selasa (21/3/2023) pekan depan," tulis Trump di Truth Social.

Baca juga: Trump Berkata Dirinya Akan Ditangkap pada Selasa Depan, Serukan Protes

Seorang juru bicara Trump mengatakan, mantan presiden itu belum diberitahu tentang rencana penahanan.

Trump tidak memberikan bukti kebocoran dari kantor kejaksaan dan tidak membahas kemungkinan dakwaan di kiriman teks di Twitter.

"Protes, ambil kembali bangsa kita!" kata Trump. Para pendukungnya menyerbu gedung Capitol pada 6 Januari 2021 saat mencoba membatalkan kekalahan Trump dalam Pemilihan Presiden 2020.

Penyelidikan itu dilakukan saat Trump mengincar nominasi bakal calon (balon) presiden dari Partai Republik untuk pemilihan presiden 2024.

Hingga saat ini belum ada ada presiden AS, baik saat menjabat atau sesudahnya, yang menghadapi tuntutan pidana. Trump mengatakan, dia akan terus berkampanye bahkan jika dia dituduh melakukan kejahatan.

Seorang juru bicara Jaksa Distrik Manhattan Alvin Bragg menolak berkomentar. Kejaksaan Manhattan sebelumnya menyelidiki mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, yang menyuap aktor porno Stormy Daniels dengan uang senilai 130.000 dollar AS atau hampir Rp 2 miliar.

Baca juga:

Sejumlah sumber mengatakan, kantor Bragg telah memberikan bukti kepada dewan juri tentang penyuapan kepada Daniels agar dia bungkam soal perselingkuhannya dengan Trump. Skandal itu mencuat pada hari-hari terakhir kampanye Trump pada 2016.

Trump membantah perselingkuhan itu dan menyebut penyelidikan Bragg yang merupakan seorang Demokrat, sebagai persekusi.

Pernyataan Trump bahwa dia diperkirakan akan ditangkap pada Selasa (21/3/2023) didasarkan pada laporan berita bahwa kantor Bragg akan bertemu dengan penegak hukum untuk mempersiapkan kemungkinan dakwaan, kata orang tersebut, yang berbicara dengan syarat identitasnya dirahasiakan.

Baca juga: Polemik Fox News dan Klaim Kecurangan Pemilu Trump

Artikel ini pernah dimuat di VOA Indonesia dengan judul Trump Minta Pendukungnya Berdemo untuk Memprotes Rencana Penahanannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com