Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UE Kirim Tim Penyelamat ke Turkiye Setelah Gempa

Kompas.com - 06/02/2023, 16:59 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

BRUSSEL, KOMPAS.com - Uni Eropa (UE) siap mengirim tim penyelamat dan mempersiapkan bantuan lebih lanjut untuk Turkiye setelah gempa bumi besar melanda Turkiye dan negara tetangga, Suriah.

"Tim dari Belanda dan Rumania sudah dalam perjalanan, dengan Pusat Koordinasi Tanggap Darurat UE mengawasi penempatan mereka," kata Komisaris Manajemen Krisis UE, Janez Lenarcic di Twitter pada Senin (6/2/2023). 

Dia mengatakan, Mekanisme Perlindungan Sipil UE telah diaktifkan untuk menanggapi gempa yang melanda Turkiye dan Suriah hingga menyebabkan kematian dan kehancuran di kedua negara.

Baca juga: UPDATE Gempa Turkiye dan Suriah, Tewaskan 360 Jiwa, Rusak Kastil Bersejarah

Kantor Komisaris Manajemen Krisis UE menyatakan, bahwa Turkiye telah meminta bantuan Uni Eropa.

Beberapa pemimpin negara anggota UE pun telah menjanjikan bantuan.

Ini termasuk Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Sebagaimana diberitakan AFP, Belgia, Polandia, Spanyol, dan Finlandia juga mengatakan mereka siap mengerahkan tim dan membantu.

Gempa bermagnitudo 7,8 telah terjadi pada Senin pagi di dekat Kota Gaziantep, Turkiye.

Kota ini adalah rumah bagi sekitar 2 juta orang dan berbatasan dengan Suriah.

Bantuan Perancis

Emmanuel Macron mengatakan, Perancis siap memberikan bantuan darurat ke Turkiye dan Suriah setelah diguncang gempa.

Baca juga: UPDATE Gempa Turkiye dan Suriah M 7,8, Total 195 Tewas

"Kami menerima gambar mengerikan dari Turkiye dan Suriah setelah gempa bumi dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," cuit Macron.

"Perancis siap memberikan bantuan darurat kepada penduduk di lapangan. Pikiran kami bersama keluarga yang ditinggalkan," kata dia.

Menteri Luar Negeri Perancis Catherine Colonna, juga mengatakan di Twitter bahwa dirinya telah mengirimkan belasungkawa yang tulus kepada Menteri Luar Negeri Turkiye Mevlut Cavusoglu dan rakyat Turkiye.

"Perancis ada di pihak mereka," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Terkini Lainnya

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Global
Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Global
Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Global
Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Global
Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Global
Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Global
AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

Global
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Global
Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Global
Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Global
Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Global
Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Global
Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Global
Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com