Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

India Jadi Negara Berpenduduk Terpadat di Dunia Tahun Ini, Untung atau Buntung?

Kompas.com - 31/01/2023, 11:28 WIB
Irawan Sapto Adhi

Editor

Penulis: VOA Indonesia/Anjana Parischa

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang bayi yang lahir tahun ini akan menjadikan India negara yang terbanyak jumlah penduduknya di dunia.

Beberapa ahli mengatakan hal itu mungkin sudah terjadi, setelah China melaporkan bulan ini bahwa populasinya menyusut.

Direktur Eksekutif, Yayasan Kependudukan India, Poonan Muttreja, mengaku tak menyangka dengan capaian tersebut.

Baca juga: Sosiolog: Indonesia Bisa Saja Alami Resesi Seks Kelak seperti China dan Jepang, Ini Alasannya

“Itu tidak terduga. Kami tahu (jumlah penduduk) India akan benar-benar melampaui China pada 2027, tetapi karena percepatan penurunan penduduk di China, maka itu terjadi lebih cepat,” kata dia.

Kedua negara itu masing-masing berpenduduk sekitar 1,4 miliar orang. Namum melampaui China tidak hanya angka, ini adalah perubahan demografi yang sangat berarti.

Sementara penduduk China menurun dan menua, hampir separuh penduduk di India berusia di bawah 25 tahun.

Orang-orang muda ini berpotensi menjadi pasar yang besar, yang akan menarik investasi dunia dan terkumpulnya bakat ketika penduduk di banyak negara mulai menua.

Mantan Komisi Pemilu dan Penulis The Population Myth, S.Y. Quraishi, mengatakan, “Kami adalah pasar besar dari sisi konsumsi, juga merupakan pemasok tenaga terlatih terbesar”.

Tetapi jumlahnya juga menakutkan. Populasi usia kerja India akan mencapai angka miliaran sebelum akhir dasawarsa ini.

Baca juga: Populasi China Turun, Beberapa Generasi Muda Tak Tertarik Punya Anak

Itu mencemaskan banyak pemuda di negara yang berjuang dengan tingkat pengangguran tinggi.

Seorang mahasiswa, Anmol Jain mengatakan, “Makin banyak orang, lapangan pekerjaan akan berkurang dan makin banyak persaingan, jadi tidak mudah untuk mendapat pekerjaan”.

Pemuda India lainnya mengatakan, kaum muda menampilkan dinamika dan peluang.

Untuk mencapai potensi itu, para ahli menekankan perlunya pembuat kebijakan untuk meningkatkan akses ke pendidikan berkualitas.

Hanya sekitar 5 persen tenaga kerja di India yang menjalani pelatihan resmi keterampilan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com