Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhan Inggris: Milisi Luhansk dan Donetsk di Ukraina Dimasukkan ke Angkatan Bersenjata Rusia

Kompas.com - 07/01/2023, 19:28 WIB
Aditya Jaya Iswara

Editor

Penulis: Carla Babb

LONDON, KOMPAS.com - “Milisi dari Republik Rakyat Luhansk (LNR) dan Republik Rakyat Donetsk (DNR) secara resmi diintegrasikan ke angkatan bersenjata Rusia pada 31 Desember 2022,” kata Kementerian Pertahanan Inggris pada Jumat (6/1/2023), dalam pengumuman terbarunya mengenai invasi Rusia terhadap Ukraina yang diposting di Twitter.

Luhansk dan Donetsk diakui internasional sebagai bagian dari Ukraina.

Namun, Rusia “mengeklaim LNR dan DNR sebagai bagian intrinsik dari Federasi Rusia menyusul referendum masuknya kedua daerah itu secara tetap ke Federasi Rusia pada September 2022,” kata kementerian itu.

Selain itu, Rusia “secara diam-diam mengontrol kedua daerah itu sejak 2014, membentuk Korps Angkatan Darat DNR ke-1 dan Korps Angkatan Darat ke-2 LNR dan mendukung mereka dengan para perwira militer Rusia.”

Baca juga: Pasukan Rusia dan Ukraina Saling Balas Tembakan meski Putin Serukan Gencatan Senjata

“Status dan identitas DNR dan LNR kemungkinan besar tetap memecah belah di dalam sistem Rusia. Bahkan sebelum invasi Februari 2022, kedua daerah itu mewakili pengurasan signifikan keuangan Rusia,” kata Kementerian Pertahanan Inggris.

“Karena Kremlin sekarang telah terang-terangan menyatakan mendukung mereka, mereka kemungkinan besar akan menimbulkan beban besar dalam bidang politik, diplomatik dan keuangan bagi Rusia yang akan bertahan jauh lebih lama dibandingkan dengan tahap konflik sekarang ini.”

Sementara itu, AS akan mengirimkan 50 kendaraan tempur Bradley untuk Ukraina sebagai bagian dari putaran baru bantuan militer untuk Kyiv, kata dua pejabat pertahanan kepada VOA.

Bradley itu akan dikirim bersama dengan ratusan rudal antitank TOW dan ratusan ribu amunisi, menurut dokumen pemerintah yang dibagikan kepada VOA sebelum pengumuman resmi yang diperkirakan berlangsung pada Jumat (6/1/2023).

Presiden AS Joe Biden pertama kali mengumumkan bahwa Bradley akan dicakup dalam paket bantuan baru, suatu pernyataan yang dikukuhkan Pentagon pada Kamis (5/1/2023).

Baca juga: Mantan Presiden Rusia: Fregat dengan Rudal Hipersonik Akan Menyadarkan Musuh

“Ini bukan tank, tetapi pembunuh tank,” kata sekretaris pers Pentagon Brigjen Pat Ryder kepada wartawan. “Ini akan memberikan dorongan yang signifikan untuk kemampuan kendaraan lapis baja Ukraina yang sudah mengesankan, dan kami yakin ini akan membantu mereka di medan tempur.”

Bradely Bowman, direktur senior di Center on Military and Political Power di lembaga kajian Foundation for Defense of Democracies, mengatakan bahwa kendaraan tempur itu merupakan “suatu peningkatan signifikan dibandingkan dengan apa yang telah diberikan AS.”

“Kendaraan Tempur Bradley akan membantu pasukan infanteri mengikuti kekuatan lapis baja yang bergerak cepat, memberi pasukan infanteri perlindungan, kelincahan dan daya tembak tambahan,” kata Bowman.

Jerman dan Perancis pekan ini juga mengumumkan tentang pengiriman kendaraan lapis baja.

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin hari Kamis memerintahkan gencatan senjata 36 jam dalam perang di Ukraina untuk memperingati hari Natal Ortodoks.

Baca juga: Putin Rayakan Malam Natal Gereja Ortodoks Sendiri di Katedral Kremlin

Artikel ini pernah dimuat di VOA Indonesia dengan judul Kementerian Pertahanan Inggris: Milisi Luhansk dan Donetsk Resmi Diintegrasikan ke Angkatan Bersenjata Rusia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com