Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 07/01/2023, 11:01 WIB

PUTRAJAYA, KOMPAS.com – Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengajukan petisi kepada Kelompok Kerja Dewan Hak Asasi Manusia PBB tentang Penahanan Sewenang-wenang (UNWGAD) agar dibebaskan dari penjara atau sidang ulang skandal korupsi yang menjeratnya.

Petisi tersebut diajukan melalui pengacara Najib, Muhammad Shafee Abdullah, sebagaimana dilansir World of Buzz, Jumat (6/1/2023).

“Kami mengajukannya ke Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia yang beralamat di Jenewa dan ini dilakukan hari ini,” kata Shafee, Jumat.

Baca juga: Pemilu Malaysia 2022: Anwar Ibrahim Dekati Partai Najib Razak untuk Raih Mayoritas

Shafee menambahkan, petisi tersebut menyeret Malaysia ke PBB karena dianggap gagal memberikan pengadilan yang adil kepada Najib.

Dia menuturkan, Najib ingin lima ahli hukum dari kelompok kerja PBB tersebut untuk mendengarkan petisinya.

Najib telah divonis bersalah pada Juli 2022 atas penyalahgunan kekuasaan, korupsi, dan pencucian uang.

Upaya bandingnya ke Pengadilan Federal ditolak sehingga Najib tetap menjalani hukuman 12 tahun penjara.

Baca juga: Najib Razak Dipenjara, Putrinya Ngotot Pemerintah Beri Perawatan Medis yang Tepat

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dia menambahkan, banding Najib dalam kasus megakorupsi 1MDB yang ditolak Pengadilan Federal merupakan hal yang tidak adil, cacat, serta melanggar hak asasi manusia dan Konstitusi Federal Malaysia.

Dia mengatakan, Najib tidak meminta UNWGAD memutuskan apakah dia bersalah dalam kasus tersebut.

Dia ingin kelompok kerja PBB tersebut memutuskan apakah persidangan terhadapnya adil.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+