Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/12/2022, 15:00 WIB

NEW MEXICO, KOMPAS.com - Meksiko dapat terjerumus ke era kekerasan mematikan yang bahkan lebih berdarah terhadap pers kecuali jika pemimpin populisnya berhenti melecehkan media.

Hal ini diperingatkan sejumlah jurnalis top negara itu setelah upaya nyata untuk membunuh salah satu pembawa berita paling terkenal di sana.

Dilansir dari The Hill, dalam sebuah surat terbuka, para penandatangan, termasuk para profesional dari media besar termasuk El Universal, Excélsior, Milenio dan Reforma, mengeluarkan teguran kepada presiden "penghancur media Meksiko", Andrés Manuel López Obrador.

Baca juga: Saudara Bos Kartel Besar Ditangkap, Meksiko Persiapkan Serangan Balas Dendam#

“Hampir semua curahan kebencian terhadap jurnalis diinkubasi, lahir dan disebarluaskan dari istana kepresidenan,” kata deklarasi tersebut, yang ditulis sebagai tanggapan atas serangan senjata pada pekan lalu terhadap pembaca berita Ciro Gómez Leyva di Mexico City.

“Kemarahan kami atas insiden ini, membuat kami menuntut agar Presiden Andrés Manuel López Obrador menghentikan pelecehannya terhadap jurnalis kritis,” tulis para jurnalis.

“Fitnah yang menggantikan debat gagasan adalah ajakan untuk melakukan kekerasan fisik terhadap jurnalis yang distigmatisasi oleh presiden,” tambahnya.

Baca juga: Meksiko Pertimbangkan Beri Suaka untuk Presiden Peru yang Baru Dimakzulkan

Mereka menegaskan jika Presiden López Obrador tidak mengendalikan naluri marahnya terhadap jurnalis kritis, Meksiko akan memasuki fase yang lebih berdarah daripada yang pernah dialami negara-negara Amerika Latin lainnya.

"Pembunuhan jurnalis untuk mengacaukan pemerintah, atau pembunuhan sebagai balasan untuk bantuan pemerintah,” surat itu menyimpulkan.

Meksiko sudah menjadi salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis ketika López Obrador, yang banyak disebut Amlo, mengambil alih kekuasaan pada akhir 2018.

Baca juga: Kelakuan Buruk Wisatawan Usai Aturan Covid Dicabut: dari Menari Telanjang di Bali hingga Joget di Piramida Meksiko

Namun kondisinya telah memburuk secara dramatis di bawah seorang nasionalis berusia 69 tahun yang, seperti Donald Trump dan Jair Bolsonaro dari Brasil, terkenal karena pidatonya terhadap pers.

Beberapa percaya bahwa serangan verbal semacam itu berkontribusi pada suasana buruk yang menyebabkan 42 jurnalis terbunuh selama paruh pertama masa jabatan enam tahun Amlo, dibandingkan dengan 45 selama seluruh pemerintahan pendahulunya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahun ini setidaknya 16 jurnalis Meksiko telah terbunuh, termasuk jurnalis foto terkenal Tijuana Margarito Martínez Esquivel.

Baca juga: Kenapa Presiden Meksiko Tidak Pernah Keluar Negeri, Termasuk ke KTT G20?

Satu bulan setelah pembunuhan Martínez, Amlo melakukan perjalanan ke kota perbatasan utara hanya untuk menakuti rekan-rekan fotografer yang sedang berduka dengan memarahi jurnalis yang dia sebut "tentara bayaran".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber The Hill
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+